Nauli Alifia Hanifa Salsabila Siregar
Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Pemustaka terhadap Sikap Asertif Pustakawan di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang Nauli Alifia Hanifa Salsabila Siregar; Athanasia Octaviani Puspita Dewi
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 10, No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.10.1.163

Abstract

Penelitian ini membahas tentang persepsi pemustaka terhadap sikap asertif pustakawan di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan atau persepsi pemustaka terhadap sikap asertif pustakawan di perpustakaan. Perilaku asertif merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang pustakawan dalam menjalin hubungan interpersonal saat melakukan pelayanan kepada pemustaka. Sikap asertif merupakan cara komunikasi yang terkait dengan perasaan, pikiran secara langsung, jujur dan terbuka tanpa menghakimi orang. Sikap asertif pustakawan dapat dilihat secara verbal maupun non-verbal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner dengan populasi sebanyak 13.830 dan sampel sebanyak 99 responden. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang yang minimal 2 kali dalam sebulan untuk berkunjung ke perpustakaan. Metode yang digunakan adalah purposive sampling, teknik ini dipilih karena anggota sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Temuan dari penelitan menunjukkan bahwa persepsi pemustaka terhadap sikap asertif pustakawan terbilang sangat baik dengan perolehan nilai rata – rata (4,35). Pada indikator verbal Loudness mendapatkan nilai rata – rata tertinggi (4,40), menunjukan bahwa pustakawan berbicara dengan suara yang jelas, nada dan intonasi yang pas, dan mudah didengar oleh pemustaka.