Muhammad Rifky Ardiawan
universitas 17 agustus 1945 surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN POLEMIK PASPOR PEMAIN NATURALISASI TIM NASIONAL INDONESIA di Bola.com dan The Thao 247 Muhammad Rifky Ardiawan; Doan Widhiandono
RELASI Vol 6 No 03 (2026): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/relasi.v6i03.2841

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbedaan framing media dalam konteks komunikasi internasional melalui pemberitaan polemik paspor pemain naturalisasi Tim Nasional Indonesia, dengan menempatkan media sebagai aktor yang mengonstruksi persepsi publik lintas negara melalui strategi narasi yang sistematis. Berlandaskan teori framing Robert Entman yang mencakup pendefinisian masalah, penentuan penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi solusi, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing terhadap enam artikel berita, masing-masing tiga artikel dari Bola.com dan tiga artikel dari The Thao 247 sebagai representasi media Indonesia dan Vietnam. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan framing yang signifikan dan konsisten pada seluruh enam artikel yang dianalisis. Bola.com secara konsisten membingkai isu sebagai persoalan administratif dan regulatif melalui strategi issue containment yang membatasi makna polemik sekaligus melindungi legitimasi kebijakan naturalisasi Indonesia. Sebaliknya, The Thao 247 secara konsisten membingkai isu sebagai potensi pelanggaran yang mengancam integritas kompetisi melalui strategi issue amplification yang memperluas makna dan urgensi polemik. Perbedaan ini dibuktikan melalui kutipan tekstual langsung yang mencakup diksi, konstruksi headline, penyusunan lead, dan pemilihan narasumber yang berbeda secara konsisten di seluruh artikel, menunjukkan bahwa divergensi framing bukan bersifat insidental melainkan mencerminkan posisi editorial yang sistematis dibentuk oleh kepentingan nasional dan konteks kompetitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa framing media berfungsi sebagai strategi konstruksi realitas yang dibentuk oleh konteks nasional, menghasilkan persepsi publik yang berbeda terhadap peristiwa yang sama.