Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model komunikasi pembangunan yang diterapkan oleh KBPPPA Kabupaten Gresik dalam membangun kesadaran masyarakat berisiko stunting di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBPPPA menerapkan model komunikasi perubahan perilaku berbasis Knowledge, Attitude, and Practice (KAP) yang bersifat adaptif, berlapis, dan interaktif. Implementasinya mencakup empat tahapan: identifikasi kelompok sasaran berdasarkan tingkat pendidikan dan kondisi sosial-ekonomi, penyusunan pesan persuasif yang kontekstual, penyebaran pesan melalui kombinasi komunikasi tatap muka dan digital, serta evaluasi triwulanan berbasis data portal GUS (Gresik Urus Stunting). Temuan juga mengungkap inovasi berupa program orang tua asuh, penggunaan figur otoritas sebagai strategi komunikasi, serta pendekatan preventif melalui aplikasi ELSIMIL bagi calon pengantin. Model KAP yang diterapkan terbukti melampaui asumsi liniernya karena dalam praktiknya dipengaruhi secara dinamis oleh faktor pengetahuan, sikap, ekonomi, dan budaya secara bersamaan. Meski efektif pada kelompok yang relatif stabil, model ini memiliki keterbatasan pada komunitas yang rentan secara struktural. Penelitian ini merekomendasikan integrasi Model Komunikasi Partisipatif agar masyarakat berperan sebagai subjek aktif, serta perluasan kolaborasi lintas sektor termasuk dengan pihak industri melalui program CSR.