A. Trihartono
Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Antara Cosplay dan Tradisi: Identitas Budaya di Banyuwangi Zulfa Nurkholishoh; A. Trihartono; F. Albayuni; D. Ismail
Journal of Communication and Da'wah Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Communication and Da'wah Vol.2 No.1, June 2026
Publisher : Universitas Islam Cordoba Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67008/28xm3a11

Abstract

Kekuatan lunak (soft power) mengacu pada kemampuan untuk memengaruhi khalayak internasional dengan melibatkan mereka melalui daya tarik budaya. Melalui diplomasi budaya, suatu negara memperkuat citra dan identitasnya. Cosplay sebagai budaya pop Jepang merupakan fenomena global yang berkembang sebagai bagian dari soft power Jepang dengan strategi Cool Japan melalui diplomasi budaya di komunitas lokal di Banyuwangi. Studi ini menganalisis bagaimana pengetahuan dan aksesibilitas cosplay pada penggemarnya serta menelaah penerimaan budaya asing dapat berjalan selaras dengan identitas budaya dan keharmonisan sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia. Studi ini menggunakan metode eksplanatori kuantitatif, dengan mewawancarai 100 penggemar cosplay untuk mengkaji faktor-faktor apa yang memengaruhi penerimaan mereka terhadap cosplay dan apakah cosplay dapat memengaruhi kecintaan mereka terhadap identitas budaya lokal Banyuwangi. Dengan menggunakan analisis regresi berganda, studi ini menemukan bahwa persepsi dan sikap penduduk Banyuwangi terhadap cosplay positif, yang menunjukkan bahwa cosplay efektif digunakan sebagai alat diplomasi kekuatan lunak Jepang. Namun, yang menarik adalah para cosplayer tidak kehilangan kecintaan mereka terhadap identitas budaya lokal Banyuwangi. Nilai-nilai seperti moderasi, toleransi, dan keseimbangan sosial yang selaras dengan ajaran Al-Qur’an berperan penting dalam menjaga keharmonisan komunitas.  Penelitian ini membantu menentukan seberapa efektif cosplay berfungsi sebagai alat diplomasi budaya Jepang melalui kekuatan lunak di tingkat lokal.