Vina Alfina
Universitas Muhammadiyah Cirebon

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Work Overload terhadap Turnover Intention yang Dimediasi oleh Withdrawal Behavior pada PT Indomarco Prismatama Vina Alfina; Ali Jufri; Ernanto Ernanto
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nm64h333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work Overload terhadap Turnover Intention dengan Withdrawal Behavior sebagai variabel mediasi pada karyawan PT Indomarco Prismatama Cabang Cirebon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 170 karyawan yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work Overload berpengaruh positif dan signifikan terhadap Withdrawal Behavior dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,653 dan p-value 0,000. Work Overload juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Turnover Intention dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,378 dan p-value 0,000. Selain itu, Withdrawal Behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap Turnover Intention dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,470 dan p-value 0,000. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa Withdrawal Behavior mampu memediasi hubungan antara Work Overload dan Turnover Intention secara signifikan dengan nilai koefisien sebesar 0,307 dan p-value 0,000. Nilai R-Square menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan variasi Turnover Intention sebesar 59,6% dan Withdrawal Behavior sebesar 42,6%. Temuan ini memperkuat Job Demands-Resources Theory yang menjelaskan bahwa tingginya tuntutan pekerjaan dapat menguras energi fisik dan psikologis karyawan sehingga memunculkan perilaku penarikan diri dan meningkatkan keinginan untuk meninggalkan organisasi. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pengelolaan beban kerja yang efektif untuk menekan Withdrawal Behavior dan Turnover Intention karyawan.