Azrul Al Faruq
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Manajemen Risiko pada Divisi Sumber Daya Manusia PT XYZ Rubber Manufacturing Menggunakan Pendekatan ISO 31000 Azrul Al Faruq
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI -JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pnzkm796

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset strategis yang berperan penting dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi. Namun, berbagai risiko yang muncul pada fungsi SDM berpotensi menghambat efektivitas operasional perusahaan apabila tidak dikelola secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko operasional pada fungsi Sumber Daya Manusia di PT XYZ Rubber Manufacturing menggunakan kerangka ISO 31000:2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis risiko dilakukan melalui tahapan identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan perlakuan risiko berdasarkan standar ISO 31000:2018. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat risiko utama pada fungsi SDM, yaitu pelaksanaan budaya kerja perusahaan yang tidak optimal, target pemenuhan kebutuhan SDM yang tidak tercapai, kecelakaan kerja, dan penurunan produktivitas karyawan. Hasil evaluasi risiko menunjukkan bahwa risiko kecelakaan kerja dan penurunan produktivitas karyawan memiliki tingkat risiko tertinggi dengan skor masing-masing sebesar 16, sedangkan risiko budaya kerja yang tidak optimal memperoleh skor 12 dan risiko tidak tercapainya kebutuhan SDM memperoleh skor 8. Berdasarkan hasil tersebut, perusahaan perlu memprioritaskan penguatan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), peningkatan produktivitas karyawan, pengembangan kompetensi SDM, serta optimalisasi komunikasi internal organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko SDM secara berkelanjutan.