Henita Amelia Dwytasari
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Rasio Keuangan sebagai Alat Evaluasi Kinerja Keuangan UMKM Sektor Konveksi: Studi Kasus pada UMKM X di Kota Surabaya Tahun 2021–2023 Henita Amelia Dwytasari
Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3752jr76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan UMKM X yang bergerak di sektor konveksi di Kota Surabaya menggunakan analisis rasio keuangan selama periode 2021–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara dengan pemilik usaha serta dokumentasi catatan keuangan. Analisis dilakukan terhadap empat kelompok rasio keuangan, yaitu rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM X tidak memiliki liabilitas jangka pendek selama periode pengamatan sehingga Current Ratio dan Cash Ratio tidak dapat dihitung, namun kondisi tersebut mencerminkan struktur keuangan yang sehat karena seluruh aktivitas usaha dibiayai oleh ekuitas. Rasio solvabilitas yang diukur menggunakan Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) bernilai nol, menunjukkan bahwa perusahaan beroperasi tanpa utang. Rasio profitabilitas yang diukur melalui Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) berada pada kisaran 17,2%–21,7%, sedangkan rasio aktivitas menunjukkan nilai Total Asset Turnover (TATO) sebesar 3,21–3,63 kali dan Fixed Asset Turnover (FATO) sebesar 8,21–9,44 kali, yang mengindikasikan pemanfaatan aset secara efisien dalam menghasilkan penjualan. Secara keseluruhan, UMKM X memiliki kondisi keuangan yang sehat dengan tingkat profitabilitas dan efisiensi operasional yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan pencatatan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Badan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), optimalisasi manajemen aset, dan pemanfaatan pembiayaan eksternal secara strategis dapat lebih mendukung keberlanjutan bisnis dan pertumbuhan di masa depan.