Nuraini
Ar-Raniry State Islamic University, Banda Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ISLAMIC MINDFULNESS MODEL BASED ON TADABBUR OF QS. AL-ISRĀʾ: 70 FOR MANAGING INSECURITY AMONG STUDENTS Syakila Husna; Safrina Ariani; Nuraini
Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alqur'an dan Tafsir Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No. 1 June 2026
Publisher : The Department of the Qur'anic Studies, Faculty of Ushuluddin, Adab, and Da'wah, State Institute of Islamic Studies (IAIN) Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/at-tibyan.v11i1.14398

Abstract

Perasaan insecurity semakin banyak dialami oleh mahasiswa dan dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan diri, kesejahteraan psikologis, serta perkembangan pribadi mereka. Meskipun kajian mengenai insecurity umumnya didasarkan pada perspektif psikologi kontemporer, integrasi antara konsep Islamic mindfulness dan ajaran Al-Qur’an masih relatif kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan Model Islamic Mindfulness berbasis tadabbur QS. al-Isrā’: 70 sebagai kerangka alternatif dalam mengelola insecurity pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir komparatif, dan analisis konseptual. Data diperoleh dari kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, buku-buku yang relevan, serta artikel ilmiah, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Islamic Mindfulness yang dirumuskan terdiri atas tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu: (1) kesadaran diri (self-awareness) yang berlandaskan muraqabah, (2) penerimaan diri (self-acceptance) yang berakar pada nilai riḍā dan tawakkal, serta (3) kesadaran akan martabat manusia (karāmah al-insān) sebagaimana ditegaskan dalam QS. al-Isrā’: 70. Ketiga dimensi tersebut berkontribusi dalam membangun konsep diri yang positif, memperkuat penghargaan diri, mengurangi kecenderungan perbandingan sosial yang berlebihan, serta meningkatkan resiliensi emosional dan spiritual mahasiswa. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi refleksi Qur’ani dan Islamic mindfulness menawarkan pendekatan yang holistik dalam mengatasi insecurity melalui perpaduan antara wawasan psikologis dan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, model ini dapat menjadi kerangka konseptual untuk mendukung kesejahteraan mental dan pengembangan diri mahasiswa dalam konteks pendidikan Islam.