Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Uji Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Bintang Laut Linckia Laevigata Terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella Typhi: ANTIBACTERIAL POTENTIAL TEST OF ETHANOL EXTRACT OF STARFISH Linckia laevigata ON THE GROWTH OF Salmonella typhi BACTERIA Mahulauw, Muhammad Azril Hardiman; Rosita, Melia Eka; Ismayati, Dwi; Luik, Meirsia Liana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20751

Abstract

Linckia laevigata is a marine organism known for its potential use in traditional medicine. It contains several bioactive compounds with antibacterial properties, including alkaloids, saponins, and flavonoids. Salmonella typhi is a Gram-negative, facultatively aerobic bacterium responsible for typhoid fever. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of the ethanol extract of L. laevigata. Extraction was performed using the maceration method for phytochemical screening, followed by the agar diffusion method to assess antibacterial activity at concentrations of 10%, 30%, and 50%. The results showed that the extract exhibited inhibitory effects at concentrations of 30% and 50%, with average inhibition zone diameters of 10.33 mm and 21.33 mm, respectively. No inhibition zone was observed at the 10% concentration. Cotrimoxazole, used as a positive control, produced an inhibition zone of 31.17 mm, while the negative control (distilled water) showed no inhibitory effect. These findings indicate that the ethanol extract of L. laevigata possesses antibacterial activity against S. typhi. Statistical analysis using one-way ANOVA revealed a p-value of > 0.012, indicating a statistically significant difference among the tested groups
SENAM LANSIA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEBUGARAN TUBUH PADA LANSIA DI POSYANDU ANYELIR 2 KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Ardhianto, Denny; Meiliana, Made Laksmi; Ulandari, Syaripah; Ismayati, Dwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3687

Abstract

Senam lansia adalah serangkaian gerakan tubuh yang terarah dan terencana, dirancang khusus untuk orang lanjut usia (lansia) untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan fungsional tubuh. Kegiatan ini bertujuan menjaga kesehatan fisik dan mental melalui latihan yang ringan dan tidak terlalu berat, fokus pada kelenturan, kekuatan otot, keseimbangan, serta fungsi jantung dan pernapasan. Tujuan utama senam lansia adalah meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental para lansia, dengan fokus pada penguatan otot dan tulang, peningkatan kelenturan dan keseimbangan, menjaga kesehatan jantung dan pernapasan, serta memperbaiki fungsi kognitif dan kualitas tidur. Selain manfaat individual, senam lansia juga bertujuan meningkatkan kebugaran fungsional sehingga lansia dapat tetap aktif dan mandiri dalam aktivitas sehari-hari. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh melalui senam lansia. Sasaran dalam kegiatan ini adalah lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 20 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan ini mencakup pelaksanaan senam lansia. Gerakan senam lansia yang dilakukan meliputi peregangan, latihan keseimbangan, dan penguatan otot. Gerakan tersebut antara lain peregangan leher dan bahu, mengangkat lutut dan telapak kaki, berdiri dengan satu kaki. Senam lansia terbukti efektif untuk meningkatkan kebugaran tubuh lansia di Posyandu Anyelir 2 Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.
EDUKASI PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN OBAT (DAGUSIBU) PADA MASYARAKAT DI LAPANGAN KALPATARU, KEMILING, BANDAR LAMPUNG Ismayati, Dwi; Ardhianto, Denny; Meiliana, Made Laksmi; Ulandari, Syaripah; Pulungan, Yulianasari; Sari, Novita; Puspita, Okta; Muzammil, A.; Suwartini
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i2.3692

Abstract

Pengetahuan tentang obat adalah keharusan bagi masyarakat, mengingat maraknya praktik pengobatan mandiri atau swamedikasi. Kurangnya pemahaman tentang obat berisiko menyebabkan kesalahan fatal, mulai dari cara penggunaan, penyimpanan, hingga pembuangan obat yang tidak sesuai dengan petunjuk standar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan masyarakat tentang penggunaan dan pengelolaan obat yang benar, khususnya melalui konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan senam bersama yang bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik dan mental. Peserta kegiatan yang hadir diberikan edukasi secara langsung oleh apoteker dengan metode ceramah dan menggunakan media informasi berupa leaflet. Leafleat ini memuat informasi tentang penggunaan obat menggunakan konsep DAGUSIBU. Partisipan adalah masyarakat umum yang beraktivitas di sekitar Lapangan Kalpataru. Sebanyak 30 partisipan hadir dan mengikuti kegiatan edukasi yang diberikan langsung oleh apoteker. Partisipan menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan cara identifikasi tanggal kedaluwarsa dan dosis dengan benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana melalui rangkaian senam dan edukasi obat menggunakan konsep DAGUSIBU. Masyarakat telah memperoleh informasi langsung mengenai praktik pengelolaan obat yang benar sesuai prinsip DAGUSIBU.
Pola Peresepan Terapi Hipertensi – Sebuah Tinjauan Literatur Mengenai Pola Penggunaan Obat.: DWI ISMAYATI Dwi Ismayati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 10 No. 1 (2026): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v10i1.pp13-15

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan kesehatan global yang signifikan dengan prevalensi di Indonesia mencapai 34,5%.Perubahan kriteria diagnosis menurut panduan AHA/ACC 2017 (>130/80 mmHg) serta tingginya risiko komplikasikardiovaskular menuntut ketepatan dalam pemilihan terapi farmakologis untuk menekan angka morbiditas danmortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pola penggunaan obat antihipertensi melalui studi literatur dariberbagai fasilitas kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode tinjaun literatur. Pencarian artikel dilakukan melaluibasis data PubMed, Google Scholar, Scopus, Web of Science, dan ScienceDirect untuk publikasi berbahasa Inggris danIndonesia dalam rentang waktu 2016–2024. Kriteria inklusi meliputi studi orisinal mengenai pola penggunaanantihipertensi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan. Dari 2.476 artikel yang teridentifikasi, 16 studi memenuhikriteria analisis. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Calcium Channel Blockers (CCB), khususnya Amlodipin,merupakan golongan obat yang paling dominan digunakan sebagai monoterapi dengan prevalensi berkisar antara31,18% hingga 68,5%. Pada pola terapi kombinasi, sinergi antara CCB dan Angiotensin Receptor Blocker (ARB), sepertikombinasi Amlodipin dan Candesartan, menjadi pilihan utama di berbagai instansi (36,6%–58,06%). Pasien rawat inapmenunjukkan kecenderungan penggunaan terapi kombinasi yang jauh lebih tinggi (96,43%) dibandingkan pasienrawat jalan. Kesimpulan: Pola penggunaan antihipertensi di Indonesia didominasi oleh golongan CCB (Amlodipin)sebagai monoterapi dan kombinasi CCB-ARB sebagai terapi kombinasi terapi.Kata kunci: Antihipertensi, Pola Penggunaan Obat, CCB, ARB, Studi Literatur.
GAMBARAN BIAYA LANGSUNG PADA PASIEN KRISIS HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUP DR. SARDJITO, YOGYAKARTA: OVERVIEW OF DIRECT COSTS IN INPATIENTS WITH HYPERTENSIVE CRISIS AT RSUP DR. SARDJITO, YOGYAKARTA Dwi Ismayati; Dwi Endarti; Fita Rahmawati
JFL : Jurnal Farmasi Lampung Vol. 15 No. 1 (2026): JFL : Jurnal Farmasi Lampung
Publisher : Program Studi Farmasi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/q6e13y53

Abstract

Hypertensive crisis imposes a substantial economic burden on healthcare systems. In Indonesia, rising service costs necessitate health economic evaluations to optimize hospital management. This study aims to analyze the direct costs of hypertensive crisis patients at RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. A descriptive observational study with a retrospective cohort design was conducted on hypertensive crisis patients from January 2018 to July 2022. A total of 37 subjects were selected using a purposive sampling technique. Patients were divided into Calcium Channel Blocker (CCB) therapy groups (n=31) and non-CCB therapy groups (n=6). Cost components analyzed included medication costs, accommodation, inpatient / ER care, and radiodiagnostics. Statistical analysis used an independent sample t-test. The average total direct cost was IDR 3,282,080. The largest cost component for all subjects was inpatient/ER care costs of IDR 1,154,261 (35.17%). The average total cost in the CCB group was IDR 3,068,395, while in the non-CCB group it was IDR 4,386,119. Despite the cost difference, statistical tests showed no significant difference between the two therapy groups (p = 0.127). There was no significant difference in costs between the use of CCB and non-CCB therapy. These results can be used as a reference in budget planning and management of hypertensive crisis therapy in hospitals. Keywords:  CCB, Direct costs, Hypertensive crisis, Pharmacoeconomics
PENYULUHAN KASIH (KASIH ASI EKSKLUSIF, MPASI, DAN IMUNISASI LENGKAP) UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN PERWATA, KECAMATAN TELUK BETUNG TIMUR Afriyani Afriyani; Wahyu Alfath Firdaus; Atri Sri Ulandari; Yulianasari Pulungan; Ervina Damayanti; Dwi Aulia Ramdini; Dwi Ismayati; Aprinda Triwijiaya
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3864

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang berlangsung sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif, pemberian MPASI yang tepat, imunisasi lengkap, dan konsep 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui program penyuluhan bertema KASIH (Kasih ASI Eksklusif, MPASI, dan Imunisasi Lengkap). Metode pelaksanaan meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan kegiatan, pelaksanaan penyuluhan secara interaktif, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor total peserta dari 157 pada pretest menjadi 165 pada posttest, dengan rata-rata skor meningkat dari 8,72 menjadi 9,16. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai pencegahan stunting, terutama terkait konsep 1000 HPK dan praktik pemberian MPASI yang tepat.
Profile Of Patient Diagnosed With Depression In Bandar Lampung In 2023 (BPJS Kesehatan Sample Data From 2024): A Descriptive Study Syaripah Ulandari; Yulianasari Pulungan; Dwi Ismayati; Made Laksmi Meiliana
International Journal of Health Systems and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): Vol 2 No 1 June 2026
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/ijhsp.v2i1.1622

Abstract

Depression is a major global public health concern and a leading cause of disability worldwide, affecting individuals across various demographic groups. Despite its high burden, local descriptive data on depression remain limited, particularly in Bandar Lampung. This study aims to describe the sociodemographic profile of patients diagnosed with depression in Bandar Lampung in 2023 using BPJS Kesehatan sample data. This study employed a descriptive, observational, cross-sectional design using secondary data from the 2023 BPJS Kesehatan dataset. The sample included patients diagnosed with depression based on ICD-10 codes F32 and F33 who accessed referral healthcare facilities (FKRTL). A total of 41 patients from Bandar Lampung were included after data cleaning. Descriptive statistical analysis was conducted to summarize patient characteristics, including diagnosis type, generation, gender, participant segmentation, marital status, and healthcare costs. The results showed that the most common diagnosis was unspecified depressive episode (F329) (31.71%). The majority of patients were from Generation Z (41.46%), female (85.37%), and formally employed participants (31.71%). Most patients were married (53.66%). The total healthcare cost for depression cases reached IDR 10,929,600. These findings highlight the predominance of depression among younger individuals, women, and working populations. In conclusion, depression in Bandar Lampung is influenced by demographic and socioeconomic factors, with higher prevalence observed among vulnerable groups such as Generation Z and women. These findings underscore the need for improved mental health screening, targeted interventions, and strengthened healthcare system support to address depression effectively. Further studies with larger, more comprehensive datasets are recommended.
Efficacy and Safety of Antihypertensive Drugs in Chronic Kidney Disease Patients at Menggala Regional General Hospital Denny Ardhianto; Made Laksmi Meiliana; Dwi Ismayati; Syaripah Ulandari; Okta Puspita; Rena Oktaviana
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol. 23 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinis (JIFFK)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v23i1.14983

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is a progressive condition characterized by a gradual decline in glomerular filtration rate, often accompanied by hypertension, necessitating antihypertensive therapy. This study aimed to evaluate the effectiveness of antihypertensive drugs in achieving blood pressure targets (<140/90 mmHg or a mean arterial pressure reduction of ≥20 mmHg) and to identify the incidence of adverse effects in CKD patients at Menggala Regional General Hospital during 2024. A retrospective observational study was conducted using medical records from 199 CKD inpatients selected via purposive sampling. Data analysis employed descriptive statistics, paired t-tests for effectiveness, and chi-square tests for associations between drug types. Results indicated that combination therapy with furosemide IV, candesartan, and amlodipine was the most common (77.4%) and demonstrated effectiveness in 50.8% of cases (p=0.01). Adverse effects occurred in only 1.0% of patients, primarily peripheral edema. The findings underscore the efficacy of combination therapies involving diuretics, ARBs, and CCBs in managing hypertension in CKD, with minimal adverse events. This research provides valuable insights for optimizing antihypertensive regimens in similar settings.
Analisis Efektivitas Biaya Terapi Antihipertensi pada Pasien Hipertensi dengan Penyakit Penyerta Diabetes Mellitus: narrative review Dwi Ismayati
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.943

Abstract

Hipertensi merupakan tantangan kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia yang mencapai 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi memberikan dampak pada kualitas hidup pasien dan beban ekonomi yang masif serta hilangnya produktivitas. Di Indonesia, hipertensi menempati urutan teratas pembiayaan kesehatan nasional mencapai Rp12,1 triliun. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran perbandingan Cost Effectiveness Analysis (CEA) terapi antihipertensi pada pasien hipertensi dengan komorbid diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka naratif (narrative review). Sumber data diperoleh melalui penelusuran literatur ilmiah pada basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terkait. Dari 386 artikel yang teridentifikasi, terpilih 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi (artikel orisinal, full-text, dan relevan dengan komorbid DM) untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil sintesis artikel menunjukkan variasi nilai ACER dan ICER. Monoterapi amlodipin menunjukkan efisiensi tinggi pada studi tertentu dengan ICER negatif. Pada terapi kombinasi, regimen ACEI-CCB dan ACEI-Diuretik Thiazide mendominasi sebagai pilihan paling cost-effective. Namun, studi lain juga menunjukkan keunggulan kombinasi CCB-ARB dibandingkan CCB-ACEI dalam hal efisiensi biaya. Penentuan terapi paling cost-effective bersifat spesifik tergantung regimen yang dibandingkan. Kesimpulan pada tinjauan ini menunjukkan bahwa secara umum, kombinasi ACEI-CCB dan ACEI-Thiazide memberikan keseimbangan optimal antara biaya dan efektivitas klinis. Nilai ICER negatif pada beberapa studi menandakan potensi penghematan biaya (cost-saving) yang signifikan dalam manajemen hipertensi-diabetes.
Issues Regarding the Nomenclature of D3 Pharmacist in KEPMENDIKTISAINTEKS Number 337/M/KEP/2025: Problematik Nomeklatur D3 Apoteker dalam KEPMENDIKTISAINTEKS Nomor 337/M/KEP/2025 Syaripah Ulandari; Made Laksmi Meiliana; Dwi Ismayati
JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik) Vol 14 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jkmp.v14i1.2068

Abstract

The issuance of Decree No. 337/M/KEP/2025 concerning Higher Education Providers for Medical and Health Personnel Conducting Competency Tests has sparked controversy due to the use of the nomenclature "D3 Pharmacist". Conceptually and normatively, the term combines the vocational education level (Diploma III) with a professional degree, which in the national higher education and health legal system is placed at the professional education level. This study aims to analyze the problematic nomenclature and its implications for legal certainty, regulatory coherence, and governance of the pharmaceutical profession. The study used a qualitative approach with a literature study method. Data were obtained from relevant laws and regulations, policy documents, and scientific articles, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the use of the term "D3 Pharmacist" is not aligned with the national qualification framework and regulations that clearly differentiate vocational and professional education. This inconsistency creates regulatory ambiguity, risks double interpretation in policy implementation, and disrupts the formation of professional identity. Furthermore, this contributes to scope-of-practice confusion, weakens licensing and degree protection mechanisms, and creates a legitimacy gap in the healthcare workforce. Therefore, immediate regulatory harmonization is crucial to ensure legal clarity, protect professional standards, and maintain the quality of healthcare services.