Hipertensi, “the silent killer”, menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan global karena prevalensinya yang luas serta kontribusinya terhadap angka kematian yang tinggi. Prevalensi hipertensi mencapai angka 31% di Puskesmas Kaduhejo pada bulan Agustus 2024. Keberhasilan terapi hipertensi sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan pasien dalam mengonsumsi obat. Sayangnya, banyak kendala yang muncul, seperti ketidak teraturan minum obat, minimnya informasi serta pemahaman yang kurang mengenai terapi yang dijalani. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan rancangan observasional potong lintang untuk mengevaluasi seberapa baik pemahaman dan kepatuhan pasien di Puskesmas Kaduhejo dalam penggunaan obat antihipertensi. Pengambilan 104 pasien hipertensi dilakukan menggunakan metode consecutive sampling. Instrumen studi berupa kuesioner yang terdiri dari dua bagian: 8 pertanyaan mengenai pemahaman seputar hipertensi dan obat antihipertensi dan 8 pertanyaan mengenai perilaku kepatuhan dalam konsumsi obat antihipertensi. Dari hasil yang diperoleh, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (55,8%), namun masih banyak yang belum memahami secara mendalam risiko komplikasi dari hipertensi (59,6%) serta efek samping obat antihipertensi (62,5%) dan sebagian besar responden menunjukkan kepatuhan yang rendah dalam menjalankan terapi pengobatan hipertensi (73,1%). Secara umum, studi ini menyimpulkan bahwa keterbatasan informasi tentang komplikasi dan efek samping obat, serta rendahnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan menjadi isu utama dalam penanganan hipertensi di Puskesmas Kaduhejo.