Yoanita Widjaja
Bagian Pendidikan Kedokteran dan Bioetika Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mekanisme koping terhadap stres dan hubungannya dengan academic burnout pada mahasiswa kedokteran Meylia Amanda; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.34424

Abstract

Mahasiswa kedokteran rentan mengalami stres akibat tingginya tuntutan akademik. Apabila tidak dikelola dengan mekanisme koping yang adaptif, stres dapat berkembang menjadi academic burnout, yang berdampak pada penurunan performa akademik dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara mekanisme koping terhadap stres dengan academic burnout pada mahasiswa kedokteran. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan terhadap 222 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Mekanisme koping diukur menggunakan Brief-Coping Orientation to Problems Experienced Inventory (Brief-COPE), sedangkan academic burnout dinilai menggunakan Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS) versi Bahasa Indonesia yang telah tervalidasi. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. ebagian besar responden menggunakan problem-focused coping (90,54%) dan mengalami academic burnout (63,51%). Mahasiswa yang menggunakan problem-focused coping mengalami academic burnout sebesar 60,70%, sedangkan pada kelompok emotion-focused coping sebesar 90,48%. Analisis Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara mekanisme koping terhadap stres dengan academic burnout (p=0,014). Penggunaan problem-focused coping dikaitkan dengan risiko academic burnout yang lebih rendah dibandingkan emotion-focused coping (PR=0,671; IK95%: 0,562–0,801). Penggunaan problem-focused coping berhubungan dengan risiko academic burnout yang lebih rendah sehingga perlu dikembangkan melalui program pembinaan dan dukungan psikologis bagi mahasiswa kedokteran.