Peter Ian Limas
Bagian Ilmu Bedah RS Sumber Waras dan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Laporan kasus: Ileus obstruksi akibat “silent“ adenokarsinoma rektum Rayhan Setiawan; Cristina Tarigan; Peter Ian Limas
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.36012

Abstract

Kanker rektum menyumbang sepertiga dari semua kasus kanker kolorektal. Kanker rektum sering terlambat terdiagnosis karena gejalanya seperti gangguan pencernaan pada umumnya. Kanker rektum dapat menyebabkan obstruksi kolon tergantung pada lokasi dan ukuran tumor. Laporan kasus ini berfokus pada skrining, presentasi klinis, lokasi tumor, dan diagnosis obstruksi usus besar akibat adenokarsinoma pada pasien dewasa. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke IGD RS dengan gejala konstipasi tanpa ada riwayat kanker kolorektal sebelumnya. Pemeriksaan fisik abdomen menunjukkan distensi abdomen dengan dua massa yang teraba. Massa pertama (13 x 12 cm) dengan permukaan nodular dan konsistensi keras di kuadran kanan bawah, sedangkan massa kedua (8 x 9 cm) dengan konsistensi padat di area periumbilikal. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan kadar penanda tumor CEA. Kolonoskopi menunjukkan massa yang menutupi seluruh permukaan rektum, dan hasil biopsi tumor mengonfirmasi diagnosis adenokarsinoma rektum. Manifestasi klinis pada pasien tidak menunjukkan korelasi dengan progresivitas penyakit kanker kolorektalnya. Obstruksi kolorektal pasien disebabkan oleh pertumbuhan tumor yang secara fisik menyumbat lumen rektum yang dikonfirmasi melalui kolonoskopi. Tumor terletak di rektum, yang merupakan lokasi paling umum untuk obstruksi dan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk berkembang menjadi kanker kolorektal. Skrining tumor kolorektal memainkan peran penting dalam diagnosis dini dan waktu intervensi terapi, yang pada akhirnya mengurangi keparahan penyakit.