Siti Nurajijah
Madrasah Tsanawiyah Negeri 32 Jakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Demokrasi Sekolah sebagai Experiential Civic Learning dalam Pengembangan Kompetensi Kewarganegaraan Peserta Didik Siti Nurajijah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 6 No 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1941

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan memerlukan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga memberikan pengalaman nyata dalam praktik demokrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis demokrasi sekolah melalui Pemilu Raya OSIS dan MPK sebagai bentuk experiential civic learning dalam pengembangan kompetensi kewarganegaraan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 32 peserta didik kelas IX.4 MTs Negeri 32 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemilu raya mampu memperkuat civic knowledge, mengembangkan civic skills, membentuk civic disposition, serta meningkatkan partisipasi demokratis peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa demokrasi sekolah berfungsi sebagai laboratorium demokrasi yang efektif dalam membentuk warga negara muda yang demokratis, partisipatif, dan bertanggung jawab.
Kontribusi Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Terhadap Sikap Nasionalisme Siswa MTsN 32 Jakarta Selatan Siti Nurajijah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 6 No 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1945

Abstract

Menurunnya internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda menjadi tantangan dalam penguatan nasionalisme di era digital. Pendidikan Pancasila berperan sebagai solusi strategis untuk membentuk karakter dan kesadaran berbangsa peserta didik. Penelitian ini mengkaji hubungan antara hasil belajar Pendidikan Pancasila dan sikap nasionalisme siswa MTs Negeri 32 Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan capaian hasil belajar yang tinggi cenderung memiliki sikap nasionalisme yang lebih baik, yang tercermin melalui disiplin, tanggung jawab, toleransi, kepedulian sosial, penghormatan terhadap simbol negara, dan semangat persatuan. Temuan ini menegaskan pentingnya Pendidikan Pancasila dalam membangun karakter kebangsaan siswa.
Penguatan Kesadaran Ekologis Siswa melalui Pembelajaran Reflektif Berbasis Lingkungan Siti Nurajijah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 6 No 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penguatan kesadaran ekologis siswa melalui pembelajaran reflektif berbasis lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan observasi lingkungan, diskusi reflektif, dan praktik pengelolaan sampah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran ekologis siswa berkembang secara bertahap melalui proses mengetahui (knowing), keterlibatan aktif (engaging), kepedulian emosional (feeling), tindakan nyata (acting), hingga terbentuknya kesadaran ekologis (ecological awareness). Pembelajaran reflektif berbasis lingkungan tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif, internalisasi nilai-nilai lingkungan, serta perubahan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kegiatan bank sampah dan refleksi pengalaman menjadi faktor penting dalam membangun hubungan antara pengetahuan, pengalaman, dan tindakan siswa. Temuan penelitian menghasilkan model konseptual Knowing–Engaging–Feeling–Acting–Ecological Awareness yang menjelaskan tahapan terbentuknya kesadaran ekologis siswa. Model ini menunjukkan bahwa kesadaran ekologis tumbuh melalui pengalaman belajar yang bermakna dan berkelanjutan.
Demokrasi Sekolah sebagai Experiential Civic Learning dalam Pengembangan Kompetensi Kewarganegaraan Peserta Didik Siti Nurajijah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1941

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan memerlukan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga memberikan pengalaman nyata dalam praktik demokrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis demokrasi sekolah melalui Pemilu Raya OSIS dan MPK sebagai bentuk experiential civic learning dalam pengembangan kompetensi kewarganegaraan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 32 peserta didik kelas IX.4 MTs Negeri 32 Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemilu raya mampu memperkuat civic knowledge, mengembangkan civic skills, membentuk civic disposition, serta meningkatkan partisipasi demokratis peserta didik. Temuan ini menegaskan bahwa demokrasi sekolah berfungsi sebagai laboratorium demokrasi yang efektif dalam membentuk warga negara muda yang demokratis, partisipatif, dan bertanggung jawab.
Kontribusi Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Terhadap Sikap Nasionalisme Siswa MTsN 32 Jakarta Selatan Siti Nurajijah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1945

Abstract

Menurunnya internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda menjadi tantangan dalam penguatan nasionalisme di era digital. Pendidikan Pancasila berperan sebagai solusi strategis untuk membentuk karakter dan kesadaran berbangsa peserta didik. Penelitian ini mengkaji hubungan antara hasil belajar Pendidikan Pancasila dan sikap nasionalisme siswa MTs Negeri 32 Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan capaian hasil belajar yang tinggi cenderung memiliki sikap nasionalisme yang lebih baik, yang tercermin melalui disiplin, tanggung jawab, toleransi, kepedulian sosial, penghormatan terhadap simbol negara, dan semangat persatuan. Temuan ini menegaskan pentingnya Pendidikan Pancasila dalam membangun karakter kebangsaan siswa.
Penguatan Kesadaran Ekologis Siswa melalui Pembelajaran Reflektif Berbasis Lingkungan Siti Nurajijah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i2.1949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penguatan kesadaran ekologis siswa melalui pembelajaran reflektif berbasis lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan observasi lingkungan, diskusi reflektif, dan praktik pengelolaan sampah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran ekologis siswa berkembang secara bertahap melalui proses mengetahui (knowing), keterlibatan aktif (engaging), kepedulian emosional (feeling), tindakan nyata (acting), hingga terbentuknya kesadaran ekologis (ecological awareness). Pembelajaran reflektif berbasis lingkungan tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu lingkungan, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif, internalisasi nilai-nilai lingkungan, serta perubahan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Kegiatan bank sampah dan refleksi pengalaman menjadi faktor penting dalam membangun hubungan antara pengetahuan, pengalaman, dan tindakan siswa. Temuan penelitian menghasilkan model konseptual Knowing–Engaging–Feeling–Acting–Ecological Awareness yang menjelaskan tahapan terbentuknya kesadaran ekologis siswa. Model ini menunjukkan bahwa kesadaran ekologis tumbuh melalui pengalaman belajar yang bermakna dan berkelanjutan.