Qurrota A'yun
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Hubungan Pengetahuan, Perilaku dan Sikap Masyarakat dalam Melakukan Upaya Preventif Demam Berdarah di Surabaya Timur Shabrina Azkan Nafisah; Zahra Shafa Dara; Aysha Miftakul Rahmah Murroidah; Reswara Wilda Widiani; Qurrota A'yun; Chiquitita Okfarahsanu Prabarani; Masayu Izza Maghfiroh; Anisa Salma Sabila; Berliana Sakha Khoirunnisa; Mahmud A. Karim; Arie Sulistyarini
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.74477

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue (DENV) serotipe 1-4 dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. DBD bersifat hiperendemik di wilayah beriklim tropis, termasuk Indonesia, dengan prevalensi kasus yang terus meningkat setiap tahun. Faktor lingkungan, ekonomi, dan pendidikan berperan signifikan dalam penyebaran dan pencegahan DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, perilaku, dan sikap masyarakat dalam melakukan upaya preventif Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Surabaya Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yakni accidental sampling kepada 140 responden. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat mengenai upaya pencegahan DBD yakni sebanyak 55% responden masuk kategori baik, 42.1% berkategori sedang, dan 2.9% berkategori kurang. Dalam aspek perilaku didapatkan bahwa sejumlah responden yang menerapkan perilaku baik (13,6%) dalam pencegahan DBD memiliki jumlah terendah dibandingkan sedang (67,1%) dan buruk (19,3%). Pada aspek sikap, 98,6% bersikap positif dan 1,4% bersikap negatif. Hasil uji Spearman’s diperoleh nilai p =0.302 untuk hubungan antara pengetahuan-perilaku, pengetahuan-sikap dengan p=0.273, serta sikap-perilaku dengan p=0.158, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara ketiga variabel tersebut. Hal ini sesuai dengan penemuan yang dikemukakan dari penelitian sebelumnya, sebuah pengetahuan dan sikap tidak secara otomatis berubah menjadi suatu tindakan (overt behavior). Dengan demikian, keterlibatan tenaga kesehatan, terutama apoteker komunitas, diperlukan dalam edukasi berkelanjutan dan penguatan sistem kesehatan masyarakat untuk meningkatkan perilaku pencegahan DBD.