Kanker serviks merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Cara yang efektif untuk mengatasi infeksi HPV adalah dengan melakukan vaksinasi. Namun, pengetahuan dan kesadaran yang masih rendah menjadi penghalang dalam melakukan vaksinasi HPV di Indonesia terutama di kalangan usia produktif seperti mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan karakteristik individu mahasiswa di Indonesia terhadap pengetahuan, sikap, dan kesediaan vaksinasi HPV. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional melalui survei online yang dibagikan pada bulan Maret 2025. Data kemudian dianalisis secara deskriptif kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi Rank-Spearman untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan kesediaan dengan karakteristik individu. Sebanyak 434 mahasiswa berpartisipasi pada penelitian ini. Mayoritas responden adalah perempuan (77,9%) berusia 17-20 tahun (58,3%). Hasil menunjukkan proporsi terbesar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (41,71%) dan sikap positif (73,04%) terhadap vaksinasi HPV dan bersedia melakukan vaksinasi HPV (91,9%). Analisis korelasi Rank-Spearman menunjukkan hubungan signifikan (p < 0,05) antara pengetahuan dengan program studi (p = 0,000) dan pengalaman vaksinasi (p = 0,000). Sikap memiliki hubungan signifikan dengan jenis kelamin (p = 0,001), rumpun program studi (p = 0,032), durasi perkuliahan (p = 0,010), dan kesediaan vaksinasi (p < 0,05). Sedangkan kesediaan vaksinasi memiliki hubungan yang signifikan dengan jenis kelamin (p = 0,000), sikap (p < 0,05), dan rumpun program studi (p = 0,002). Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik individu berhubungan signifikan dengan pengetahuan, sikap dan kesediaan mahasiswa di Indonesia dalam melakukan vaksinasi HPV.