Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia. Peningkatan kasus di Banjarmasin dari 516 kasus (2022) menjadi 2.886 kasus (2023) memerlukan perhatian pada aspek kepatuhan penggunaan obat untuk keberhasilan terapi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral pada pasien rawat jalan di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 117 pasien DMT2 di poli endokrin dan poli kaki diabetik selama April–Mei 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kepatuhan yang telah tervalidasi. Analisis data menggunakan uji statistik bivariat untuk melihat hubungan antar variabel serta analisis multivariat untuk melihat faktor yang paling berpengaruh. Mayoritas responden (80,3%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Rata-rata skor kepatuhan penggunaan obat antidiabetes oral secara keseluruhan adalah 53,8%, dengan perbedaan signifikan antara pasien poli endokrin (80,7%) dan poli kaki diabetik (28,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat (p=0,040). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis poli merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepatuhan (OR=0,086; CI95%: 0,03-0,21; p=0,000) dibandingkan faktor pengetahuan maupun demografi. Tingkat pengetahuan berhubungan dengan kepatuhan penggunaan obat, namun faktor sistem pelayanan (jenis poli) memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap perilaku kepatuhan pasien. Upaya peningkatan kepatuhan memerlukan intervensi yang tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga pada optimalisasi pelayanan di unit spesifik seperti poli kaki diabetik.