Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Batuk pada Pengunjung Apotek di Kecamatan Purwosari Vebriana Savitri; Ach. Syahrir; Novia Maulina
Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL FARMASI KOMUNITAS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jfk.v13i1.90793

Abstract

Tindakan mengatasi keluhan kesehatan ringan secara mandiri tanpa resep dokter, atau yang dikenal dengan istilah swamedikasi, kini menjadi pilihan yang umum diambil masyarakat, khususnya untuk meredakan batuk. Bekal literasi yang cukup menjadi penentu apakah aktivitas pengobatan diri tersebut berjalan sesuai kaidah atau justru menimbulkan kekeliruan. Riset ini ditujukan untuk memetakan kondisi pengetahuan, menggambarkan perilaku, dan menelusuri keterhubungan kedua hal tersebut pada pengunjung apotek di Kecamatan Purwosari. Rancangan yang dijalankan ialah observasional analitik berdesain cross sectional. Seratus partisipan dipilih lewat purposive sampling, yakni pengunjung apotek yang sedang menjalankan pengobatan sendiri untuk gejala batuk. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berstruktur tertutup yang sebelumnya telah melewati pengujian kelayakan instrumen mencakup validitas dan reliabilitas kuesioner. Hasil uji validitas menunjukan 12 item valid untuk dimensi pengetahuan dan reliabel (Cronbach's alpha = 0,754) dan 14 item valid untuk dimensi perilaku dan reliabel (Cronbach's alpha = 0,828). Penelaahan hubungan antarvariabel ditempuh melalui uji Spearman Rank. Hasilnya menunjukkan bahwa separuh partisipan (50%) berada di kategori pengetahuan menengah, sedangkan praktik swamedikasi batuknya dominan berada di tingkat baik (79%). Analisis korelasi memperoleh p = 0,000 dengan r = +0,467, sehingga teridentifikasi hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan tergolong cukup. Penguatan literasi warga sebaiknya dibarengi dengan pendampingan edukatif berkelanjutan oleh apoteker supaya tindakan pengobatan diri terhadap batuk berlangsung lebih aman serta rasional.