Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DELARASATI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MASYARAKAT: STUDI DESA KLASEMAN KECAMATAN GENDING KABUPATEN PROBOLINGGO Ummi Kulsum; Nourma Ulva Kumala Devi; Andhi Nur Rahmadi
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/h60jgy12

Abstract

Literasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan desa. Namun, minat baca masyarakat di pedesaan masih tergolong rendah sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi melalui penyediaan fasilitas pendidikan nonformal, salah satunya melalui perpustakaan desa. Perpustakaan desa tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Oleh karena itu, peran pemerintah desa menjadi penting dalam mengembangkan perpustakaan desa sebagai sarana peningkatan literasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemerintah Desa Klaseman dalam mengembangkan Perpustakaan Desa Delarasati serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Desa, pengelola perpustakaan, masyarakat, dan pelajar pengguna perpustakaan. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya Pemerintah Desa Klaseman dalam pengembangan Perpustakaan Desa Delarasati dilakukan secara bertahap melalui penyediaan pojok baca, pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial, peningkatan koleksi melalui kerja sama dengan berbagai pihak, serta transformasi layanan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat. Faktor pendukung meliputi dukungan pemerintah desa, kerja sama dengan instansi terkait, program berbasis inklusi sosial, serta partisipasi masyarakat. Faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, tuntutan pelaporan kegiatan, perkembangan teknologi digital, serta keterbatasan waktu masyarakat
Transformasi Sosial Budaya di Pasar Tradisional di Tengah Modernisasi : studi kasus pasar baru kota probolinggo Verto Septiandika; Putri Aalia; Vivi Yunika Sari; Ummi Kulsum; Ahmad Maman; Muhammad Hasan6
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 4 No. 3 (2025): November - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Traditional markets serve not only as centers for economic transactions but also as spaces for social interaction and the preservation of community culture. However, the development of modernization and the emergence of modern and digital markets have brought significant changes to the function and existence of traditional markets. This study aims to analyze the socio-cultural transformations occurring in traditional markets amidst the currents of modernization, with a focus on changing interaction patterns, cultural values, and the role of markets in community social life. The research method used is a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and literature review. The results indicate that traditional markets have undergone changes in communication patterns, buying and selling habits, and a shift in shared values ​​toward more practical interaction patterns. Nevertheless, traditional markets continue to play a vital role as irreplaceable socio-cultural spaces, particularly in preserving local traditions and strengthening community social solidarity.