Sebastian Satriadi
Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Digital Marketing Public Relations Radio Maestro Bandung melalui platfrom Instagram: Menggunakan Pendekatan P.E.N.C.I.L.S dan AISAS Sebastian Satriadi; George Nicholas Huwae
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/bswbqp80

Abstract

Industri radio saat ini menghadapi tantangan disrupsi teknologi dan pergeseran pola konsumsi audiens yang memaksa transformasi menuju entitas media multi-platform. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas strategi Digital Marketing Public Relations (DMPR) Radio Maestro Bandung di Instagram dalam meningkatkan keterlibatan audiens muda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama pihak manajerial. Observasi non-partisipatif dilakukan pada akun Instagram @maestroradiobandung untuk meninjau aktivitas konten secara langsung. Selain itu, dilakukan studi dokumentasi menggunakan data internal Instagram Insight periode Februari–Maret 2025. Analisis strategi dibedah menggunakan pendekatan P.E.N.C.I.L.S, sementara evaluasi respons audiens diukur melalui model AISAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi DMPR yang diterapkan belum optimal karena meskipun jangkauan konten (reach) sangat luas, tingkat interaksi hanya mencapai 3,8%. Penurunan drastis terjadi pada tahap interest hingga share dalam corong konversi AISAS. Faktor utama penyebab rendahnya konversi ini adalah dominasi konten visual statis yang tidak selaras dengan algoritma Instagram. Kurangnya pemanfaatan fitur interaktif dan konten video dinamis menyebabkan rendahnya waktu tonton (dwell time) audiens. Selain itu, gaya komunikasi yang cenderung formal menciptakan jarak psikologis dengan karakteristik audiens muda yang menyukai pendekatan kasual. Temuan ini menegaskan adanya fenomena vanity metrics di mana eksposur tinggi tidak berbanding lurus dengan kedalaman hubungan audiens. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi yang berorientasi pada interaksi partisipatif dan adaptasi identitas visual sangat diperlukan untuk menjaga relevansi di era digital.