Agung Prayudha
Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LIVE STREAMING SEBAGAI MEDIA INTERAKTIF: STUDI POLA KOMUNIKASI MAHASISWA KOMUNIKASI DIGITAL DAN MEDIA IPB UNIVERSITY Raifal Nur Imansyah; Suparman; Agung Prayudha
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/hpsgrw54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kualitatif pola komunikasi dan pemanfaatan dimensi interaktivitas interpersonal dalam membangun kehadiran sosial dalam aktivitas live streaming mahasiswa Program Studi Komunikasi Digital dan Media (KMN) Sekolah Vokasi IPB University. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui strategi Netnografi (etnografi virtual) pada platform TikTok dan Instagram dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi digital terhadap lima informan kunci yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana serta Analisis Media Siber (AMS), lalu diinterpretasikan melalui kerangka Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Temuan menunjukkan bahwa pola komunikasi sirkuler menjadi nyawa utama dalam interaksi siaran langsung, sementara pola transaksional membentuk tingkat interaktivitas tertinggi. Integrasi lima dimensi komunikasi interpersonal Joseph DeVito (keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan) ke dalam fitur platform terbukti efektif menghidupkan kehadiran sosial virtual dan mereduksi jarak psikologis dengan audiens. Meskipun didukung oleh kompetensi literasi digital mahasiswa dan solidaritas rekan sebaya, kehangatan interaksi ini tetap menghadapi hambatan berupa gangguan teknis (technical noise), ketiadaan isyarat nonverbal, dan gangguan virtual (trolling). Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan siaran langsung sangat bergantung pada kombinasi keterampilan praktis media dan ketahanan emosional penyiar dalam mengelola krisis komunikasi di ruang digital.