Ammar Munir
STAI Al-Azhar Gowa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Pangan dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Tematik atas Konsep Halal–?ayyib, Distribusi Sosial, dan Ketahanan Pangan Ammar Munir; Abdul Rahman Zain; Hadrawati Abdullah
Dahzain Nur Vol 16 No 1 (2026): Dahzain Nur
Publisher : STAI YAPIS Takalar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69834/dn.v16i1.412

Abstract

Food in the Qur’an is not merely understood as a biological necessity, but as part of an ethical system encompassing the dimensions of quality, distribution, and food security. However, existing studies on food from a Qur’anic perspective remain largely partial, often limited to the halal–haram aspect or descriptive analyses that lack integration with a comprehensive social-ethical framework. This study aims to reconstruct the ethics of food in the Qur’an through a thematic exegesis approach (tafs?r maudh?‘?), by examining verses related to the concepts of halal–?ayyib, food distribution to vulnerable groups, and principles of food security. This research employs a qualitative method based on library research, analyzing Qur’anic verses, classical and contemporary exegesis, and relevant academic literature. The findings reveal that Qur’anic food ethics consist of three main pillars: (1) food quality through the concept of halal–?ayyib, which encompasses legality, health, and nutritional value; (2) social distribution as an instrument of justice through the provision of food to vulnerable groups; and (3) food security through principles of long-term planning and sustainable resource management, as reflected in the story of Prophet Yusuf (Joseph). Furthermore, Qur’anic food ethics carry multidimensional axiological implications in the areas of health, spirituality, education, economy, and social solidarity. The novelty of this study lies in reconstructing Qur’anic food ethics as an integrative normative system by combining thematic exegesis, the maq??id al-shar?‘ah framework, and social policy analysis. This study demonstrates that the Qur’anic concept of food can serve as an ethical foundation for formulating social policies oriented toward justice and societal welfare.
Resesi Seks dalam Pernikahan Modern: Analisis Tematik al-Qur’an dan Implikasinya terhadap Ketahanan Keluarga Islam Ammar Munir; Jumadil Jumadil; Aswar Aswar
Al-Azhar Islamic Law Review VOLUME 7 NOMOR 2, 2025
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena resesi seks dalam masyarakat modern, termasuk di kalangan pasangan menikah, menghadirkan tantangan serius terhadap stabilitas pernikahan dan ketahanan keluarga. Kajian-kajian sebelumnya umumnya menempatkan fenomena ini dalam kerangka sosiologis atau psikologis. Berbeda dari pendekatan tersebut, penelitian ini menawarkan kerangka Qur’ani yang baru dalam memahami resesi seks melalui integrasi tafsir tematik (tafsīr mawḍū‘ī) dengan maqāṣid al-nikāḥ dalam konteks ketahanan keluarga Islam. Dengan pendekatan kualitatif berbasis penafsiran tematik, penelitian ini menganalisis ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan naluri seksual, relasi intim suami-istri, dan tanggung jawab etis dalam pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an memandang hubungan seksual sebagai bagian esensial dari fiṭrah manusia yang berfungsi menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl), kehormatan (ḥifẓ al-‘ird), serta keharmonisan emosional dan spiritual keluarga. Ketidakseimbangan pemenuhan kebutuhan seksual tidak hanya bersifat privat, tetapi mencerminkan gangguan etika dan relasional yang berdampak pada ketahanan keluarga. Dengan menekankan mawaddah wa raḥmah, komunikasi, dan komitmen moral, penelitian ini menempatkan resesi seks sebagai persoalan struktural yang mengancam tujuan-tujuan pernikahan, bukan semata problem biologis atau psikologis.