Bawang merah merupakan komoditas sayuran unggulan, yang terus meningkat kebutuhannya setiap tahun. Sehingga diperlukan Teknik budidaya yang tepat, untuk meningkatkan produksi bawang merah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian penyinaran tambahan, kitosan, serta kombinasi perlakuan dari kedua faktor tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kp. Raweuy Rt.02/Rw.07 Kelurahan Mekarsari Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur dari bulan Januari hingga Maret 2025. Metode yang digunakan adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) Faktorial terdiri dari 2 faktor, setiap faktor terdiri atas 4 taraf perlakuan. Perlakuan penyinaran (L): L0 (kontrol), L1 (LED merah), L2 (LED biru), dan L3 (LED kuning), dan perlakuan kitosan (K): K0 (kontrol), K1 (2 ml/L), K2 (3 ml/L), dan K3 (4 ml/L). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pemberian penyinaran tambahan menggunakan LED biru terhadap parameter panjang daun dan penyinaran LED merah terhadap parameter bobot umbi. Namun tidak terdapat pengaruh pemberian penyinaran tambahan terhadap parameter jumlah daun dan jumlah umbi pada tanaman bawang merah. Pemberian kitosan memberikan pengaruh terhadap parameter jumlah umbi pada 31 hst, tetapi tidak terdapat pengaruh pemberian kitosan terhadap parameter panjang daun dan bobot umbi. Serta terdapat pengaruh interaksi perlakuan penyinaran tambahan dan pemberian kitosan terhadap parameter panjang daun pada hari ke 27 hst. Namun, tidak terdapat pengaruh interaksi perlakuan penyinaran tambahan dan kitosan terhadap parameter jumlah umbi, dan bobot umbi.