Abstrak Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi antibiotik. Remaja merupakan kelompok strategis untuk diberikan edukasi karena berada pada fase pembentukan perilaku kesehatan dan mulai mandiri dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan obat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penggunaan antibiotik yang rasional di SMK Muhammadiyah 1 Palu. Kegiatan dilaksanakan pada 13 Januari 2026 dengan melibatkan 39 siswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, pembagian leaflet edukatif, serta evaluasi pretest dan post test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan rerata skor pengetahuan siswa dari 4,85 ± 1,11 menjadi 8,36 ± 0,78 (p < 0,001). Proporsi siswa dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat dari 0% menjadi 87,2%, sedangkan kategori rendah menurun dari 69,2% menjadi 0%. Edukasi berbasis sekolah terbukti efektif meningkatkan pemahaman remaja mengenai penggunaan antibiotik yang rasional sebagai upaya pencegahan resistensi antibiotik di masyarakat. Kata kunci: edukasi; resistensi; antibiotik; rasional; pencegahan. Abstract Irrational use of antibiotics remains a major public health problem that contributes to the increasing incidence of antibiotic resistance worldwide. Adolescents are considered a strategic target for educational interventions because they are in the phase of developing health-related behaviors and decision-making independence. This community service activity aimed to improve students’ knowledge regarding rational antibiotic use at SMK Muhammadiyah 1 Palu. The activity was conducted on January 13, 2026, involving 39 students. Methods included interactive lectures, discussions, question-and-answer sessions, distribution of educational leaflets, and pretest-posttest evaluations. The results showed a significant increase in students’ knowledge scores, with the mean score improving from 4.85 ± 1.11 before education to 8.36 ± 0.78 after education (p < 0.001). The proportion of students with high knowledge increased from 0% to 87.2%, while low knowledge decreased from 69.2% to 0%. These findings indicate that school-based educational interventions effectively improve adolescents’ understanding of rational antibiotic use and have the potential to support antibiotic resistance prevention efforts in the community. Keywords: education; resistance; antibiotics; rational use; prevention.