Nasrun Harahap
IAIN Datuk Laksemana Bengkalis Riau, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN KONSEP PENDIDIKAN AKHLAK IBNU MISKAWAIH DAN IBNU SAHNUN Syafe'i; Nasrun Harahap
AT-TAJDID Vol 10 No 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan konsep pendidikan akhlak menurut Ibnu Miskawaih dan Ibnu Sahnun, dua tokoh penting dalam khazanah pemikiran pendidikan Islam klasik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan sumber primer berupa karya Tahdzīb al-Akhlāq wa Tath-hīr al-A‘rāq karya Ibnu Miskawaih dan Adab al-Mu‘allimīn karya Ibnu Sahnun, serta sejumlah literatur sekunder berupa jurnal dan buku ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Miskawaih memandang pendidikan akhlak sebagai proses rasional-filosofis yang bertujuan menyucikan jiwa (tahdzīb al-nafs) dan membentuk karakter melalui pembiasaan moral. Sementara itu, Ibnu Sahnun menekankan aspek praktis-pedagogis dengan menegakkan adab, disiplin, dan tanggung jawab moral dalam interaksi antara guru dan murid. Perbedaan keduanya terletak pada orientasi dan metode: Miskawaih mengutamakan dimensi konseptual dan etis, sedangkan Sahnun menitikberatkan penerapan nilai akhlak dalam konteks sosial dan pendidikan. Keduanya memiliki titik temu dalam pandangan bahwa akhlak merupakan inti pendidikan Islam dan harus ditanamkan melalui pembiasaan dan keteladanan. Sintesis dari kedua pemikiran ini menghasilkan model pendidikan akhlak yang integratif, memadukan kekuatan filosofis dan normatif, sehingga relevan untuk menjawab tantangan krisis moral dalam pendidikan modern. This study aims to analyze and compare the concept of moral education according to Ibnu Miskawaih and Ibnu Sahnun, two prominent figures in the classical Islamic educational thought. The research employs a qualitative method with a library research approach, using primary sources including Ibnu Miskawaih’s Tahdzīb al-Akhlāq wa Tath-hīr al-A‘rāq and Ibnu Sahnun’s Adab al-Mu‘allimīn, as well as various secondary literatures such as journals and academic books. The findings reveal that Ibnu Miskawaih views moral education as a rational-philosophical process aimed at purifying the soul (tahdzīb al-nafs) and shaping character through moral habituation. In contrast, Ibnu Sahnun emphasizes a practical-pedagogical approach focusing on manners, discipline, and moral responsibility in the interaction between teacher and student. Their differences lie in orientation and method: Miskawaih prioritizes conceptual and ethical dimensions, while Sahnun highlights the application of moral values in social and educational contexts. Both share the perspective that morality is the core of Islamic education and must be instilled through habituation and exemplary behavior. The synthesis of their thoughts produces an integrative model of moral education that combines philosophical and normative strengths, making it relevant to address the moral crisis challenges in modern education.