Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode keteladanan guru dalam menanamkan adab akhlakul karimah pada siswa kelas V MI Mambaul Ulum, Sumberan, Besuk, Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas V dan siswa dengan jumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode keteladanan guru diimplementasikan melalui beberapa aspek utama, yaitu keteladanan dalam sikap santun dan interaksi sosial, kedisiplinan dan tanggung jawab, kesabaran serta sikap menghargai siswa, dan pembiasaan nilai religius serta moral. Keteladanan tersebut ditampilkan secara konsisten oleh guru dalam kegiatan pembelajaran maupun interaksi sehari-hari di lingkungan madrasah. Dampak dari penerapan metode ini terlihat pada perubahan perilaku siswa yang menjadi lebih sopan, disiplin, bertanggung jawab, saling menghargai, serta lebih tertib dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode keteladanan guru efektif dalam menanamkan adab akhlakul karimah pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Namun demikian, temuan penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan secara luas karena penerapan metode keteladanan sangat dipengaruhi oleh konteks lingkungan madrasah, karakteristik siswa, serta dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, implementasi metode keteladanan perlu disesuaikan dengan kondisi dan budaya masing-masing lembaga pendidikan. This study aims to describe the implementation of the teacher’s exemplary method in instilling akhlaq al-karimah (noble character) among fifth-grade students at MI Mambaul Ulum, Sumberan, Besuk, Probolinggo. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of a fifth-grade teacher and 18 students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The results indicate that the teacher’s exemplary method was implemented through several key aspects, including politeness in communication and social interaction, discipline and responsibility, patience and respect for students, as well as the habituation of religious and moral values. These exemplary behaviors were consistently demonstrated by teachers in both learning activities and daily interactions within the madrasah environment. The implementation of this method had a positive impact on students’ behavior, as evidenced by increased politeness, discipline, responsibility, mutual respect, and greater awareness in participating in religious activities. This study concludes that the teacher’s exemplary method is effective in instilling noble character among Madrasah Ibtidaiyah students. However, the findings cannot be generalized broadly, as the implementation of this method is highly influenced by the educational environment, student characteristics, and support from family and community contexts. Therefore, the application of the exemplary method should be adapted to the specific conditions and culture of each educational institution.