Abstrak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus masih mengelola pengaduan masyarakat secara konvensional melalui WhatsApp yang kemudian dicatat kembali ke dalam buku agenda dan Microsoft Excel. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengelolaan pengaduan menjadi kurang efisien, berisiko kehilangan data, serta menyulitkan pemantauan status laporan secara real-time. Pelaksanaan program pengabdian tersebut difokuskan pada penerapan Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat (SIPADU) berbasis web sebagai solusi digital dalam pengelolaan pengaduan masyarakat. Mitra sasaran kegiatan adalah Satpol PP Kabupaten Kudus, khususnya pada bagian pengelolaan dan penanganan pengaduan masyarakat, dengan melibatkan 2 peserta yang terdiri atas 1 penyelia dan 1 operator pengelola pengaduan. Metode kegiatan meliputi observasi, wawancara, pengembangan sistem menggunakan metode Waterfall, implementasi aplikasi, pendampingan penggunaan sistem, dan tahap pengujian menggunakan Black-Box Testing. SIPADU dirancang menggunakan framework Laravel serta database MySQL dengan fitur penyampaian pengaduan, pemantauan status laporan, tindak lanjut aduan, serta rekapitulasi data dalam format Excel. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa SIPADU mampu mendukung pengelolaan aduan secara efektif, sistematis, serta transparan guna mengoptimalkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Satpol PP Kabupaten Kudus. Kata kunci: sistem informasi; pengaduan masyarkat; website; waterfall; pelayanan publik. Abstract The Public Order Enforcement Agency (Satpol PP) of Kudus Regency still manages public complaints conventionally through WhatsApp, which are subsequently recorded in logbooks and Microsoft Excel. This condition results in inefficient complaint management processes, a higher risk of data loss, and difficulties in monitoring complaint statuses in real time. This community service program focused on implementing a web-based Public Complaint Information System (SIPADU) as a digital solution for managing public complaints. The target partner of this activity was the Public Order Enforcement Agency (Satpol PP) of Kudus Regency, particularly the unit responsible for complaint management and handling, involving two participants consisting of one supervisor and one complaint management operator. The methods employed included observation, interviews, system development using the Waterfall method, system implementation, user assistance, and testing through Black-Box Testing. SIPADU was developed using the Laravel framework and MySQL database, providing features for complaint submission, complaint status monitoring, complaint follow-up management, and report recapitulation in Excel format. The results indicate that SIPADU is capable of supporting complaint management in a more effective, systematic, and transparent manner, thereby enhancing the quality of public services within the Public Order Enforcement Agency of Kudus Regency. Keywords: information systems; public complaints; website; waterfall; public services.