Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Eksperimental Awal Pengaruh Polypropylene Fiber terhadap Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash PLTU Paiton pada Curing Suhu Ruang Keisya Nairazzahra Abduloh; Gischa Sandrina Aulia; Hadian Nana Saputra; Muhammad Ardha Irhamna; Irham Budi Bekti; Y Djoko Setiyarto
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol. 9 No. 01 (2026): JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v9i01.6348

Abstract

Mortar geopolimer berbasis fly ash merupakan material alternatif yang berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap semen Portland. Namun, penerapan curing suhu ruang menghadapi tantangan karena reaksi geopolimerisasi berlangsung lambat dan dapat menghasilkan void serta retak mikro pada matriks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh awal penambahan polypropylene fiber terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis fly ash PLTU Paiton pada kondisi curing suhu ruang. Penelitian dilakukan eksperimental dengan dua variasi campuran, yaitu mortar tanpa polypropylene fiber dan mortar dengan penambahan 1% polypropylene fiber terhadap volume fly ash. Aktivator alkali digunakan terdiri atas NaOH 12 M dan Na₂SiO₃ dengan rasio massa 1 : 2,5. Pengujian meliputi karakterisasi X-Ray Fluorescence, kuat tekan umur 7 dan 28 hari, serta pengamatan mikrostruktur menggunakan Scanning Electron Microscopy. Hasil XRF menunjukkan fly ash memiliki total SiO₂ + Al₂O₃ + Fe₂O₃ sebesar 74,80% dan CaO sebesar 12,20%, sehingga memenuhi karakteristik fly ash tipe F. Pada umur 28 hari, mortar dengan 1% polypropylene fiber mencapai kuat tekan 46,5 MPa, lebih tinggi dibandingkan mortar kontrol sebesar 30,0 MPa. Hasil SEM menunjukkan adanya unreacted fly ash, void, dan microcrack pada umur 7 hari, menandakan proses geopolimerisasi masih berkembang. Studi awal ini menunjukkan bahwa polypropylene fiber berpotensi meningkatkan kuat tekan mortar geopolimer pada curing suhu ruang.