Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CONSTRUCTION OF RAIN-CALLING RITUALS: A CASE STUDY OF THE OJHUNG TRADITION IN BATUPUTIH DAYA, MADURA Moh Rodi; Raafi Herdiansyah Putra; Andri Rosadi
Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol. 16 No. 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/khazanah.v16i1.2447

Abstract

The Ojhung tradition is a fighting art performed by two men in Batuputih using a whip in an open arena. In practice, this fighting art then transformed into a rain-calling ritual. This study aims to reveal the transformation of Ojhung from a fighting art into a rain-calling ritual, along with the meaning contain in it. This study employs a qualitative approach. The data will be analyzed using Clifford Geertz's interpretive theory. The results of the study indicate that Ojhung is a fighting art for Sumenep soldier training in the 12th century, led by the Singasari kingdom's dignitaries who were in Sumenep. When the Singasari dignitaries left Sumenep, Ojhung continued and developed into a rain-summoning ritual by the local people. In the process of interpretation of meaning, several elements are used, such as whips, music, offerings, time and place that represent their own symbolic meanings.
VISUALISASI KESALEHAN KOMUNITAS DAN KOMODIFIKASI AGAMA DALAM INSTAGRAM HIJRAH FEST Moh Rodi
QAULAN: Journal of Islamic Communication Vol. 6 No. 1 (2025): Qaulan: Journal of Islamic Communication
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/qaulan.v6i1.10525

Abstract

Konsep hijrah di Indonesia mengalami pergeseran makna, dari yang semula dipahami sebagai perjalanan spiritual menuju transformasi diri, kini berkembang menjadi tren gaya hidup yang populer di kalangan komunitas Muslim urban. Salah satu contohnya adalah Hijrah Fest, sebuah acara keagamaan yang dikemas dalam bentuk festival dan secara aktif memanfaatkan Instagram untuk menyebarkan pesan-pesan dakwah. Melalui konten visual yang menampilkan figur publik dan ustaz milenial, Hijrah Fest membentuk citra kesalehan yang erat kaitannya dengan pilihan gaya hidup dan praktik komodifikasi simbol-simbol keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Hijrah Fest merepresentasikan kesalehan dan mengkomodifikasi agama melalui konten-konten Instagram-nya. Penelitian ini menggunakan teori religious commodification dari Pattana Kitiarsa yang memandang agama dalam kerangka budaya populer dan logika pasar. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi, melalui tiga tahapan pengumpulan data: investigasi, interaksi, dan emersi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua bentuk utama representasi kesalehan: kesalehan normatif dan kesalehan sebagai gerakan sosial. Representasi ini dimediasi oleh figur publik dan ustaz milenial untuk membangun keterlibatan emosional dan menarik partisipasi massa. Selain itu, kesalehan juga dikomodifikasi melalui simbol-simbol seperti busana halal dan produk gaya hidup. Figur publik berperan sebagai influencer keagamaan yang membentuk identitas Muslim kontemporer dalam konteks digital yang berorientasi pasar. Kata Kunci: Citra Visual; Komodifikasi Kesalehan; Hijrah Fest.