Transformasi studi hadis dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi isu penting di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan paradigma pendidikan Islam kontemporer. Selama ini, pembelajaran hadis dalam PAI cenderung bersifat tekstual dan normatif sehingga belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan sosial dan kebutuhan pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi studi hadis melalui kajian terhadap konsep hadis, sunnah, sanad, matan, dan rawi dalam perspektif historis dan kontemporer serta implikasinya terhadap pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari kitab-kitab ulum hadis klasik, buku, dan artikel ilmiah kontemporer yang dianalisis menggunakan pendekatan historis, deskriptif, dan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa studi hadis mengalami perkembangan signifikan dari pendekatan tradisional yang berfokus pada validitas sanad menuju pendekatan multidisipliner yang menekankan analisis kontekstual, historis, hermeneutis, dan digitalisasi hadis. Kajian sanad, matan, dan rawi tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga autentisitas hadis, namun dalam konteks kontemporer berkembang menjadi instrumen kritis untuk memahami relevansi hadis terhadap dinamika sosial modern. Transformasi ini memberikan implikasi terhadap pembelajaran PAI melalui penguatan pola pembelajaran kritis, integratif, moderat, dan berbasis teknologi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan studi hadis dalam PAI perlu mengintegrasikan tradisi keilmuan klasik dengan pendekatan kontemporer agar pembelajaran hadis menjadi lebih relevan, adaptif, dan kontekstual terhadap kebutuhan pendidikan Islam masa kini.