Haderiah Haderiah
Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Santri dengan Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren Nurmilad Kabupaten Wajo Juherah Juherah; Haderiah Haderiah; Nur Halisa
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 26 No 1 (2026): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v26i1.2047

Abstract

Waste management remains a significant environmental health challenge in Indonesia. According to data from the National Waste Management Information System (SIPSN) managed by the Ministry of Environment and Forestry, national waste generation in 2024 reached approximately 33.79 million tons, originating not only from households but also from educational settings such as Islamic boarding schools. This study aimed to determine the relationship between students’ knowledge, attitudes, and practices and the optimization of waste management at Nurmilad Boarding School, Wajo Regency. This was an analytical study with a cross-sectional design, involving all students as the population, with a total sampling of 67 respondents. Data were collected through questionnaires and observations, then analyzed using univariate and bivariate methods with the chi-square test at a significance level of p < 0.05, along with the calculation of Odds Ratio (OR) and 95% Confidence Interval (CI). The results showed a significant relationship between knowledge and waste management optimization (p = 0.025; OR = 6.5; 95% CI = 1.33–31.7), attitudes (p = 0.041; OR = 5.78; 95% CI = 1.18–28.3), and practices (p = 0.000; OR = 48.21; 95% CI = 5.90–395), with practices being the most dominant factor. In conclusion, there is a significant relationship between students’ behavior and the optimization of waste management. Strengthening practical approaches and improving infrastructure are recommended to enhance effective waste management in boarding school environments.
PELATIHAN DETEKSI DINI RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR SECARA MANDIRI PADA KADER DESA: EARLY DETECTION TRAINING OF NON-COMMUNICABLE DISEASE RISKS INDEPENDENTLY FOR VILLAGE CADRES Hidayat Hidayat; Haderiah Haderiah; Nugraheni Widyastuti
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2800

Abstract

Latar belakang : Penyakit Tidak Menular (PTM) atau biasa disebut sebagai penyakit degenerative merupakan jenis penyakit yang tidak bisa ditularkan oleh penderita ke orang lain. Jenis penyakit ini berkembang secara perlahan dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Penyakit tidak menular dapat dicegah dengan menghindari faktor resiko antara lain perilaku merokok, pola makan yang tidak seimbang, konsumsi makanan yang mengandung zat adiktif, kurang berolahraga serta kondisi lingkungan yang buruk terhadap kesehatan atau melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Deteksi dini merupakan upaya terbaik dalam pencegahan penyakit tidak menular. Tujuan : meningkatkan pengetahuan kader Kelurahan Banta-Bantaeng tentang pentingnya deteksi dini dan cara mendeteksi dini penyakit tidak menular. Metode : quasy experiment pretest dan posttest design sebanyak 20 kader dengan persiapan, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan , dan evaluasi. Lokasi kegiatan di Kelurahan Banta-Bantaeng Kota Makassar dengan sasaran/target adalah kader. Hasil : tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dilakukan penyuluhan paling banyak ditemukan kategori sedang sebanyak 13 orang 65% dan setelah pelatihan menjadi kategori baik sebanyak 18 orang 90%. Kesimpulan : ada peningkatan signifikan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Luaran pengabdian masyarakat ini adalah HKI dan jurnal.