Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Kesiapsiagaan Siswa Sekolah Dasar dalam Menghadapi Kegawatdaruratan melalui Edukasi dan Simulasi Pertolongan Pertama Judul ditulis menggunakan huruf capital pada masing-masing kata kecuali kata sambung Nisha Dharmayanti Rinarto; Setiadi; Dwi Priyantini; Merina Widyastuti1; Sri Anik Rustini; Sifira Kristiningrum1; Kukuh Widowo
Asthadarma : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Merdeka Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/asthadarma.v7i1.73

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan seperti mimisan, luka akibat jatuh, pingsan, tersedak, luka bakar ringan, kejang, gigitan atau sengatan serangga, serta cedera saat olahraga merupakan kondisi yang dapat terjadi di lingkungan sekolah dan memerlukan penanganan awal yang tepat. Namun, pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar dalam menghadapi kondisi tersebut masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar dalam menghadapi kegawatdaruratan melalui edukasi dan simulasi pertolongan pertama.   Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi, simulasi, diskusi, dan permainan edukatif yang melibatkan siswa kelas III, IV, dan V sekolah dasar. Materi yang diberikan mencakup pengenalan berbagai kondisi kegawatdaruratan yang sering terjadi di sekolah, langkah-langkah pertolongan pertama sederhana yang aman, waktu yang tepat untuk meminta bantuan kepada guru atau petugas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta pentingnya tetap tenang saat menghadapi keadaan darurat. Untuk memperkuat pemahaman, siswa mengikuti simulasi penanganan mimisan, pingsan, tersedak, luka ringan, dan cedera saat olahraga.   Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai tanda dan gejala kegawatdaruratan, langkah pertolongan pertama sederhana, serta prosedur pelaporan kepada guru atau petugas UKS. Siswa juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Pendekatan simulasi terbukti membantu siswa memahami tindakan yang harus dilakukan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi situasi darurat.   Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Edukasi dan simulasi pertolongan pertama sejak dini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan tanggap terhadap keadaan darurat.