Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Retensi Karyawan Frontliner Ditengah Tuntutan Layanan: Perspektif Work Life Balance Dan Kompensasi Pada Bri Unit Serut Lailatul Munawaroh; Alfiyan Noer Kholisah; Daniel Eka Ardiansyah; Nur Hidayat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) dan kompensasi membentuk keputusan retensi karyawan frontliner di Kantor Cabang BRI Unit Serut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam (in-depth interview). Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling, dengan empat informan yang terdiri dari teller, customer service, dan supervisor yang bekerja di BRI Unit Serut. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan frontliner bekerja rata-rata 13–14 jam per hari, jauh melampaui standar delapan jam kerja, sehingga berdampak signifikan terhadap work-life balance mereka, terutama bagi karyawan yang memiliki tanggungan keluarga. Kompensasi lembur tidak diberikan secara langsung, namun sebagian besar karyawan menilai kompensasi yang diterima masih wajar dengan mengacu pada standar UMR/UMK Jember. Meskipun demikian, terdapat pengakuan bahwa secara objektif kompensasi kurang sebanding dengan beban kerja yang ditanggung. Adapun faktor utama yang mendorong karyawan tetap bertahan adalah tekanan ekonomi, keterbatasan pilihan kerja di pasar tenaga kerja, serta habituasi terhadap ritme kerja yang ada. Secara keseluruhan, retensi karyawan di BRI Unit Serut lebih bersifat push-and-stay daripada pull-and-commit, artinya karyawan bertahan bukan karena kepuasan, melainkan karena ketiadaan alternatif yang lebih baik. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen dalam merancang kebijakan SDM yang lebih adil dan berkelanjutan.