Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Status Hak Cipta Atas Karya Tulis Yang Dihasilkan Oleh Generative AI Tanpa Campur Tangan Manusia Menurut Undang-Undang Hak Cipta Indonesia Septinus Tafonao; Elfira Fitriyani Pakpahan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.7281

Abstract

Di ambang revolusi digital, garis batas antara kreativitas manusia dan kalkulasi mesin kini kian memudar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status hukum hak cipta atas karya tulis yang dihasilkan oleh Generative Artificial Intelligence (AI) tanpa campur tangan manusia dalam perspektif Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Isu utama dalam penelitian ini adalah adanya ketidaksesuaian antara definisi "Pencipta" yang mensyaratkan eksistensi manusia dengan realitas teknologi saat ini di mana mesin dapat menghasilkan ciptaan secara mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan doktrin anthropocentric dalam UUHC 2014, karya tulis yang dihasilkan murni oleh AI tidak dapat dikategorikan sebagai Ciptaan yang dilindungi hak cipta karena ketiadaan unsur orisinalitas yang berasal dari kemampuan intelektual manusia. Hal ini berimplikasi pada status karya tersebut yang secara yuridis dianggap tidak memiliki pencipta dan berpotensi menjadi milik umum. Penelitian ini menyarankan perlunya pembaharuan regulasi atau pengaturan khusus untuk memberikan kepastian hukum terhadap perlindungan karya berbasis kecerdasan buatan di masa depan.