Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literasi Digital Sebagai Instrumen Preventif Dan Kuratif Dalam Resolusi Konflik Sara Di Media Sosial Selpi; Yunita Rahmadani; Septian Harry Prasetyo; Putri Nuraeni Rahma
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7358

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital sebagai instrumen preventif dan kuratif dalam mencegah serta mereduksi konflik SARA di media sosial. Artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi yang relevan, serta dianalisis melalui content analysis dengan pendekatan sintesis teori dan hasil penelitian terdahulu secara sistematis dan terstruktur. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital berperan signifikan dalam membentuk etika bermedia sosial, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat kemampuan verifikasi informasi sebelum menyebarkan konten. Literasi digital terbukti berfungsi sebagai instrumen preventif melalui penyaringan hoaks dan ujaran kebencian, serta sebagai instrumen kuratif melalui pembangunan komunikasi dialogis dan inklusif di ruang digital. Namun, implementasi literasi digital masih dominan pada aspek teknis dan belum menyentuh pembentukan kesadaran moral secara sistemik. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendidikan literasi digital belum sepenuhnya berorientasi pada internalisasi nilai etika, karakter digital, dan tanggung jawab sosial, sehingga perilaku bermedia sosial yang reflektif belum terbentuk secara berkelanjutan. Oleh karena itu, literasi digital yang integratif meliputi aspek teknis, kognitif, etis, dan sosial merupakan strategi efektif dalam resolusi konflik SARA di media sosial serta berkontribusi pada pengembangan model pendidikan literasi digital berbasis karakter sebagai fondasi penguatan kohesi sosial dan demokrasi digital yang inklusif.