Persepsi masyarakat terhadap perempuan perokok hingga kini masih menjadi fenomena sosial yang dipengaruhi oleh norma budaya, nilai sosial, serta proses pelabelan yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai perempuan perokok dan menganalisis pengaruh variabel labelling serta faktor persepsi yang mencakup perceiver characteristics, target characteristics, dan situational characteristics terhadap terbentuknya persepsi tersebut di Perumahan X Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 390 orang, dengan sampel sebanyak 203 responden yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta analisis koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel labelling dan faktor persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi masyarakat mengenai perempuan perokok. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,931 menunjukkan bahwa 93,1% persepsi masyarakat dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 6,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa perempuan perokok masih sering menerima stigma negatif karena dianggap tidak sejalan dengan norma kesopanan dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor sosial, lingkungan, serta konstruksi sosial masyarakat memiliki peranan penting dalam membentuk persepsi terhadap perempuan perokok.