Siti Khodijah MY
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keadilan Substantif bagi Perempuan dalam Penetapan Nafkah Pasca Cerai Talak Berdasarkan PERMA Nomor 3 Tahun 2017: Studi Analisis Putusan Nomor 887/Pdt.G/2024/PA.Kis Siti Khodijah MY; Zamzam Alfathoni Fillah; Ibnu Radwan Siddik Turnip
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/bva4x472

Abstract

Penelitian ini mengkaji keadilan substantif bagi perempuan dalam penetapan nafkah pasca cerai talak berdasarkan Perma No. 3 Tahun 2017 pada Putusan Nomor 887/Pdt.G/2024/PA.Kis (Pengadilan Agama Kisaran, 26 Agustus 2024). Kasus melibatkan istri muda (25 tahun, IRT, pendidikan SLTP) yang menuntut nafkah iddah, mut'ah, dan nafkah madhiyah. Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan analisis yurisprudensi tujuh langkah, penelitian ini mendeskripsikan faktor penyebab perselisihan, mengidentifikasi gap penelitian terdahulu, dan mengevaluasi penerapan PERMA 3/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perselisihan dipicu utamanya oleh kegagalan suami memenuhi nafkah rumah tangga, dibuktikan keterangan lima saksi. Majelis Hakim menetapkan nafkah iddah Rp 3.000.000, mut'ah Rp 2.000.000, dan madhiyah Rp 10.000.000, dengan kewajiban pembayaran sebelum ikrar talak. Temuan kritis: pertimbangan pengurangan mut'ah berbasis "pelayanan istri tidak maksimal" berpotensi mengandung bias gender dan bertentangan dengan Pasal 4 PERMA 3/2017. Penelitian ini menyimpulkan implementasi PERMA 3/2017 masih parsial dan inkonsisten, serta mengidentifikasi ketiadaan formula standar nafkah minimum sebagai agenda reformasi KHI.