Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng selama periode 2012–2021. Fenomena alih fungsi lahan yang semakin meningkat dipicu oleh pertumbuhan penduduk, perkembangan sektor pariwisata, serta pembangunan infrastruktur yang berdampak pada berkurangnya luas lahan pertanian produktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif berbasis analisis spasial dengan memanfaatkan citra satelit Sentinel-2 serta Sistem Informasi Geografis (SIG).Metode yang digunakan meliputi pengolahan citra melalui tahapan pre-processing, klasifikasi tutupan lahan menggunakan algoritma Random Forest, serta analisis perubahan menggunakan teknik overlay (change detection). Uji akurasi dilakukan menggunakan confusion matrix dengan metode stratified random sampling untuk memastikan keandalan hasil klasifikasi. Data yang digunakan terdiri dari citra satelit tahun 2012, 2017, dan 2021, serta data pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan luas lahan pertanian secara signifikan yang diikuti dengan peningkatan lahan non-pertanian, terutama untuk permukiman, fasilitas pariwisata, dan infrastruktur. Secara spasial, alih fungsi lahan cenderung terjadi di wilayah yang memiliki aksesibilitas tinggi dan dekat dengan pusat aktivitas ekonomi. Fragmentasi lahan pertanian juga semakin meningkat dari tahun ke tahun, yang berdampak pada menurunnya efisiensi pengelolaan lahan dan potensi gangguan terhadap ketahanan pangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penyediaan data spasial yang akurat sebagai dasar perencanaan tata ruang dan pengambilan kebijakan terkait perlindungan lahan pertanian berkelanjutan di Kecamatan Banjar.