Sania Nuraziza
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Fan Culture dan Nilai Kesederhanaan Islam Terhadap Self-Congruity Konsumen Gen Z: Peran Moderasi Dorongan Komunitas dalam Perspektif Bisnis Islam Niken Permata Putri; Ahmad Habibi; Sania Nuraziza
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2490

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fan culture dan nilai kesederhanaan Islam terhadap self-congruity konsumen Generasi Z pada event Comic Frontier (Comifuro), serta menguji peran dorongan komunitas sebagai variabel moderasi dalam perspektif bisnis Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden Generasi Z yang pernah menghadiri atau berpartisipasi dalam Comic Frontier. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fan culture berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-congruity konsumen. Sebaliknya, nilai kesederhanaan Islam tidak berpengaruh signifikan terhadap self-congruity. Selain itu, dorongan komunitas tidak terbukti memoderasi hubungan antara fan culture dan self-congruity maupun hubungan antara nilai kesederhanaan Islam dan self-congruity. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembentukan self-congruity pada Generasi Z dalam konteks fandom lebih banyak dipengaruhi oleh identitas fandom, keterlibatan partisipatif, dan ekspresi diri dibandingkan oleh nilai kesederhanaan konsumsi maupun pengaruh komunitas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian perilaku konsumen, budaya fandom, dan bisnis Islam dengan menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dalam konsumsi belum tentu berperan langsung dalam pembentukan self-congruity pada konteks budaya populer digital. Temuan ini membuka peluang penelitian lanjutan untuk mengkaji faktor-faktor lain seperti religiusitas, fan identity, sense of belonging, dan emotional attachment dalam menjelaskan pembentukan self-congruity konsumen Generasi Z.