Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tiga Paradigma Pemikiran Ketatanegaraan Dalam Perspektif Fikih Siyasah Muhammad Rian Maulana; Muhammad Rizaldy Firdaus; Muhammad Iqbal; Muhammad Nafis
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7638

Abstract

Artikel ini menganalisis dinamika perkembangan bentuk negara dan pemerintahan serta hubungannya dengan paradigma pemikiran politik Islam. Fokus utama kajian ini adalah mengeksplorasi bagaimana bentuk pemerintahan bertransformasi dari monarki absolut menuju sistem demokrasi modern, yang dipengaruhi oleh sejarah, budaya, dan kemajuan teknologi seperti fenomena Arab Spring. Selain itu, artikel ini mengkaji kedudukan wahyu dan akal sebagai pilar filosofis dalam ketatanegaraan Islam, di mana keduanya dipandang sebagai instrumen yang saling melengkapi dalam merumuskan 3 kebijakan publik yang adil. Melalui tinjauan terhadap tiga paradigma utama—integralistik, simbiotik, dan sekularistik—studi ini menemukan adanya variasi signifikan dalam implementasi hubungan agama dan negara di berbagai belahan dunia Muslim. Data menunjukkan bahwa meskipun mayoritas Muslim mendukung syariah sebagai sumber hukum (62% menurut Pew Research), tantangan terkait hak asasi manusia dan pluralisme tetap menjadi isu sentral. Simpulannya, efektivitas sistem pemerintahan sangat bergantung pada kemampuan negara dalam mengintegrasikan nilai-nilai moral agama dengan tuntutan realitas sosial dan kemajuan zaman