Paulinus Herlambang Prasetyo
Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Parahyangan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Jalan Raya Pos dan Jalan Daendels: Infrastruktur Kolonial dalam Perspektif Pacem in Terris Paulinus Herlambang Prasetyo; Fransiskus Borgias
Sapientia Humana: Jurnal Sosial Humaniora Vol 5 No 02 (2025): 2025 DESEMBER
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jsh.v5i02.10494

Abstract

Penjajahan merupakan tindakan yang identik dengan pelanggaran norma-norma kemanusiaan. Bangsa Indonesia sendiri pernah berada dalam posisi dijajah oleh Negara lain. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya data dan fakta yang membuktikan kasus tersebut. Kisah pembangunan Jalan Raya Anyer sampai Panarukan adalah bukti nyata dari penjajahan. Walaupun pembangunan tersebut memberikan hasil yang baik dalam mengembangkan perekonomian. Namun imbasnya harus dibayar dengan darah dan nyawa yang tidak ternilai harganya. Adapun hasil penelitian merupakan gambaran dari pedihnya keadaan Bangsa Indonesia di masa penjajahan yang dilakukan oleh Kolonial Belanda. Selain itu disinggung juga kasus Genosida yang berada di seluruh Tanah Indonesia. Dikisahkan pula tentang sejarah terjadinya sistem tanam paksa (Cuulturstelsel) yang semakin merugikan rakyat Indonesia pada saat itu. Lebih spesifiknya adalah tentang peristiwa di balik pembangunan Jalan Raya Pos Anyer sampai Panarukan. Tercatat bahwa pembangunan ini melewati 39 kota, baik kota kecil seperti Juwana, Bangil, dan Porong. Sedangkan kota besarnya meliputi Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Serta masih banyak kota-kota yang dilewati oleh jalur pembangunan ini. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif. Mengembangkannya dengan melakukan analisis deskriptif terhadap buku hasil karya Pramoedya Ananta Toer. Metode kualitatif merupakan langkah yang membantu dalam menyusun data yang tercantum.