Pondok Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kemandirian santri, termasuk dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan. Namun demikian, hasil identifikasi kebutuhan di Pondok Pesantren Al Qurthubiyah Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa sebagian besar santri masih memiliki keterbatasan dalam pemahaman kewirausahaan, literasi keuangan, serta pola pikir yang cenderung berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker). Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi pelatihan, diskusi, simulasi, praktik penyusunan laporan keuangan sederhana, penyusunan business plan, serta pendampingan peserta. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 50 santri sebagai peserta. Evaluasi program dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta pada aspek kewirausahaan dan literasi keuangan. Rata-rata nilai pre-test peserta sebesar 56,08 meningkat menjadi 84,92 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 51,43%. Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi peluang usaha, menyusun rencana usaha sederhana, melakukan pencatatan keuangan dasar, serta menunjukkan perubahan pola pikir yang lebih berorientasi sebagai job creator. Partisipasi aktif dari pihak pesantren dan santri turut mendukung keberhasilan pelaksanaan program.