Widyawati
Universitas Dr. Soetomo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Pemuda dan Regenerasi Pengelola dalam Keberlanjutan BUMDes Desa Wisata Widyawati
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 1 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan pemuda dan regenerasi pengelola dalam menjamin keberlanjutan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Wisata, dengan studi kasus pada BUMDes Bhinor Energi di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Keberlanjutan BUMDes pengelola pariwisata kerap terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia dan lemahnya kaderisasi pengelola, sehingga pelibatan pemuda menjadi strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Ketua BUMDes, Kepala Desa, pengurus POKDARWIS, dan pengelola muda, didukung observasi partisipatif dan dokumentasi. Analisis menggunakan kerangka pemberdayaan masyarakat lima dimensi (pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan) menurut Suharto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan pemuda dilakukan melalui pelibatan dalam pengelolaan unit usaha wisata, pelatihan berbasis program Corporate Social Responsibility (CSR), dan pemberian ruang kepemimpinan dalam POKDARWIS. Sekitar 65% pengelola aktif BUMDes berasal dari kelompok pemuda, dan keterlibatan ini mendorong inovasi layanan wisata serta transfer pengetahuan antargenerasi. Regenerasi pengelola berlangsung melalui mekanisme rekrutmen, pendampingan, dan estafet tanggung jawab yang menopang keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan desa wisata. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pemberdayaan pemuda yang terstruktur dan regenerasi pengelola yang terlembaga menjadi fondasi keberlanjutan BUMDes Desa Wisata, meskipun masih memerlukan penguatan kaderisasi formal dan jaminan insentif bagi pemuda.
Optimalisasi Pelayanan Pelanggan Melalui Aplikasi PLN Mobile Marriam Magdalena Nanlohy; Widyawati; Kristyan Dwijosusilo
Majalah Ilmiah "CAHAYA ILMU" Vol 8 No 2 (2026): MAJALAH ILMIAH CAHAYA ILMU
Publisher : STIA Pembangunan Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37849/mici.v8i2.538

Abstract

Transformasi digital di sektor utilitas publik menandai pergeseran paradigma dari penyedia komoditas pasif menjadi ekosistem layanan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan optimalisasi pelayanan pelanggan melalui aplikasi PLN Mobile pada PT PLN (Persero) ULP Samarinda Seberang. Permasalahan utama yang diangkat meliputi tantangan integrasi teknologi dalam birokrasi kaku, kesenjangan literasi digital, dan resistensi struktural di wilayah perkotaan-pinggiran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Populasi penelitian adalah seluruh pelanggan dan staf operasional, sedangkan sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling yang melibatkan manajer ULP, staf pelayanan, dan pengguna aktif aplikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa dengan validasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PLN Mobile telah memicu transformasi struktural signifikan yang merestrukturisasi pola kerja birokrasi menjadi lebih tangkas dan berbasis data. Penggunaan sistem pengiriman otomatis berhasil meningkatkan akuntabilitas personel serta efisiensi administratif. Dari sisi pengguna, fitur pelacakan petugas real-time dan sistem pembayaran terpusat terbukti efektif membangun kepercayaan publik, menghapus celah pungutan ilegal, serta meningkatkan literasi manajemen energi di sektor komersial dan publik. Sebagai simpulan, optimalisasi PLN Mobile di ULP Samarinda Seberang telah berhasil menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang mampu menjawab tuntutan modernitas akan pelayanan publik yang bersih, cepat, dan transparan. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi, dengan strategi komunikasi yang tepat, menjadi katalis kunci dalam menciptakan hubungan harmonis antara penyedia energi dan masyarakat di tengah dinamika pembangunan daerah yang pesat.