Roberto Akyuwen
Universitas Kristen Teknologi Solo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN AUDIT MANAJEMEN OPERASIONAL PADA MAGIC LAUNDRY DI SURAKARTA Raniati Bokol; Putu Andhika Kurniawijaya; Roberto Akyuwen; Yahya Agung Kuntadi; Magdalena Nany
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6769

Abstract

Selain indikator keuangan, kinerja operasional juga merupakan aspek penting dalam menilai keberhasilan usaha Magic Laundry yang mulai beroperasi pada bulan September 2019. Audit kinerja dilakukan untuk menentukan bagaimana suatu entitas atau unit kerja mengelola penggunaan sumber daya secara ekonomis, efektif, dan efisien dalam memenuhi misi dan tujuan entitas. Melalui audit operasional, manajemen perusahaan dapat mengetahui pelaksanaan kegiatan operasi, masalah yang ada dalam kegiatan dan juga cara-cara untuk mengatasi masalah tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Sedangkan analisis elemen audit manaejmen yang digunakan mengidentifikasi kondisi, kriteria, penyebab dan akibat. Usaha laundry telah memiliki rencana kas harian dan laporan kas harian, namun belum memiliki prosedur terdokumentasi secara rinci mengenai penanganan atas kekurangan kas sehingga penanganan kekurangan kas menjadi tidak konsisten dan bergantung pada keputusan individu. Usaha laundry tersebut hanya beroperasi dengan kebijakan penjualan tunai, tidak menyediakan fasilitas penjualan kredit kepada pelanggan, sehingga risiko piutang dan kerugian akibat gagal bayar dapat dihindari, namun potensi peningkatan penjualan dari pelanggan yang membutuhkan fasilitas kredit menjadi terbatas. Usaha laundry telah memiliki ketentuan yang terdokumentasi mengenai batas maksimum dan minimum persediaan barang yang diperlukan dalam operasional sehari-hari, namun setiap pembelian barang tidak di dasarkan pada permintaan pembelian dari bagian gudang sehingga risiko terjadinya pembelian yang tidak terencana atau tidak sesuai kebutuhan meningkat. Selama ini kebutuhan dana operasional masih sepenuhnya dipenuhi dari kas internal tanpa mempertimbangkan alternatif pembiayaan eksternal, sehingga peluang optimasi struktur pendanaan belum dimanfaatkan secara maksimal.