Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat dalam Meningkatkan Keterampilan Jurnalistik Digital Hariyanto; Joko Suryono; Adhika Prasetya Kusharsanto; Yoto Widodo; Agung Wijanarko
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 6 No 1 (2026): Educate: Journal of Community Service in Education
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan menuntut aparatur wilayah untuk mampu mengelola komunikasi publik secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Namun, observasi awal di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, menunjukkan bahwa pengelolaan konten digital masih bersifat insidental dan sangat bergantung pada tenaga magang akibat keterbatasan kompetensi sumber daya manusia (SDM) internal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM aparatur melalui pelatihan jurnalistik digital terpadu yang mengintegrasikan empat kompetensi utama: dasar-dasar jurnalistik dan etika, fotografi jurnalistik berbasis smartphone, penulisan berita online, serta videografi jurnalistik berbasis smartphone. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Capacity Building dengan metode One Group Pre-test-Post-test Design yang melibatkan 22 peserta dari unsur staf kecamatan dan kelurahan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan dan konsisten pada seluruh modul, dengan persentase peningkatan klasikal berkisar antara 16,17% hingga 25,82%, serta rata-rata nilai post-test mencapai kategori sangat baik (di atas 9,50). Tidak adanya penurunan nilai pada seluruh partisipan mengindikasikan bahwa model pelatihan berbasis praktik (experiential learning) yang memadukan aspek teknis dan internalisasi etika pers berhasil diserap secara optimal. Capaian ini mengimplikasikan kesiapan Kecamatan Laweyan untuk mewujudkan tata kelola informasi publik yang mandiri, akuntabel, dan adaptif terhadap dinamika media digital, sekaligus memutus ketergantungan terhadap tenaga eksternal dalam pembaruan konten instansi.