Saly Kurnia Octaviani
Universitas Tiga Serangkai, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan “the Whispering Shelter” dengan Participatory Action Research untuk Meningkatkan SDM BUMDes Arumsari Arumsari; Saly Kurnia Octaviani; Bayu Dwi Raharja; Bachtiar Suryo Bawono
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 6 No 1 (2026): Educate: Journal of Community Service in Education
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan ekonomi masyarakat desa dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan kepariwisataan. Salah satu strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah penguatan kapasitas pengelola Badan Usaha Milik Desa (BumDes) melalui program pengabdian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris pengelola BumDes Sinergi Sidowayah sebagai bentuk layanan pemasyarakatan berbasis pemberdayaan komunitas. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa pelatihan Bahasa Inggris dapat meningkatkan keterampilan berbicara dan kesiapan profesional pengelola dalam melayani wisatawan asing. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif aksi penelitian dengan tahapan sosialissi, pelatihan berbasis praktik (role play), penerapan teknologi dengan website dan modul online bilingual, serta evaluasi berbasis Pre-Test dan Post-Test. Subjek penelitian terdiri dari 8 pengelola BumDes Sinergi yang dibagi ke dalam tiga kategori kemampuan: beginner, intermediate, dan advanced. Indikator utama keberhasilan diukur melalui peningkatan skor kemampuan berbicara Bahasa Inggris dan implementasi standar bilingual dalam layanan wisata.Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan antara nilai rata-rata Pre-Test (78,89) dan Post-Test (86,63). Sebagai kesimpulan, pelatihan “The Whispering Shelter” terbukti efektif meningkatkan kapasitas SDM BumDes Sinergi dalam komunikasi internasional, sehingga memperkuat posisi desa wisata yang berkelanjutan. Program ini terbukti berguna sebagai model percontohan bagi pengembangan kapasitas SDM di desa wisata lain yang ingin mengintegrasikan standar bilingual dalam pelayanan wisatanya.