Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep talent mapping dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor pemerintahan daerah serta menganalisis hubungannya dengan penurunan work stress pada aparatur sipil negara berdasarkan studi literatur. Meskipun berbagai penelitian telah membahas talent management dan pengembangan kompetensi aparatur, kajian yang secara khusus menghubungkan penerapan talent mapping dengan upaya penurunan work stress dalam konteks pemerintahan daerah masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan mengintegrasikan perspektif manajemen talenta, kesejahteraan psikologis aparatur, dan penerapan sistem merit dalam tata kelola pemerintahan daerah.. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kajian pustaka melalui analisis peraturan perundang-undangan, buku, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa talent mapping merupakan instrumen strategis dalam manajemen talenta yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan menyelaraskan kompetensi serta potensi aparatur dengan tuntutan jabatan berdasarkan prinsip sistem merit. Penerapan talent mapping mampu meningkatkan person-job fit, distribusi beban kerja proporsional, serta mendorong pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Selain itu, talent mapping memiliki hubungan yang signifikan dalam menurunkan work stress melalui peningkatan kemampuan individu dalam menghadapi tuntutan kerja serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih adaptif. Dengan demikian, talent mapping tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi, tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis aparatur pemerintah.