Nurmin Fimbay
Universitas Cenderawasih

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

  Pengaruh Realisasi Dana Otonomi Khusus Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, Dan Ekonomi Kerakyatan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2011–2021 Nurmin Fimbay; Agustinus Salle; Yundy Hafizrianda
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/17gjgc40

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh realisasi Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan ekonomi kerakyatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder berbentuk runtun waktu selama periode 2011–2021. Data realisasi Dana Otonomi Khusus diperoleh dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, sedangkan data Indeks Pembangunan Manusia diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan metode stepwise regression serta dilengkapi pengujian asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan koefisien sebesar 0,0697 dan nilai probabilitas 0,0256. Realisasi dana bidang ekonomi kerakyatan juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,4283 dan nilai probabilitas 0,0342. Sementara itu, realisasi dana bidang kesehatan dan infrastruktur tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara simultan, dana bidang pendidikan dan ekonomi kerakyatan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan nilai probabilitas 0,0096. Kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 68,69% variasi Indeks Pembangunan Manusia, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas Dana Otonomi Khusus tidak hanya ditentukan oleh besarnya realisasi anggaran, tetapi juga oleh ketepatan alokasi dan kemampuan pemerintah daerah mengubah belanja publik menjadi hasil pembangunan manusia.