ENGLISH: Reconstructing the Concept of Hadith on Niyyah toward the Essential Roles of Islamic Education Teachers and Students in the Digital EraObjective: This study aims to reconstruct the concept of Hadith on intention (niyyah) as a conceptual foundation to strengthen the essential roles of Islamic Education teachers and students in addressing educational challenges in the digital era. Method: A qualitative approach using content analysis was employed to evaluate Prophetic traditions on intention, classical hadith commentaries, cognitive psychology literature, and studies on Islamic and digital education. Results: Intention functions not only as a prerequisite for worship but also as a pedagogical foundation that fosters self-awareness, self-regulation, digital integrity, academic honesty, a culture of tabayyun (critical verification), and the ethical use of technology as a wasilah (means) to achieve the ultimate educational purpose (ghayah). Conclusion: The reconstruction of the concept of intention yields an ethical framework that integrates digital competence with spiritual and moral values. Contribution: This study offers a novel conceptual model integrating Prophetic traditions, cognitive psychology, and digital education as a value-based Islamic educational paradigm to strengthen the digital integrity of religious education teachers and students' character in the era of digital transformation.INDONESIAN: Rekontruksi Konsep Hadis Niat terhadap Esensi pada Peran Guru Agama dan Siswa di Era DigitalTujuan: Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep hadis tentang niat sebagai landasan konseptual bagi esensi peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode content analysis terhadap hadis tentang niat, kitab syarah hadis, literatur psikologi kognitif, serta kajian pendidikan Islam dan pendidikan digital. Hasil: Niat tidak hanya berfungsi sebagai syarat sah ibadah, tetapi juga sebagai landasan pedagogis yang membentuk self-awareness, self-regulation, integritas digital, kejujuran akademik, budaya tabayyun, dan pemanfaatan teknologi sebagai wasilah untuk mencapai tujuan pendidikan (ghayah). Kesimpulan: Rekonstruksi konsep niat menghasilkan kerangka etis yang mengintegrasikan kompetensi digital dengan nilai spiritual dan moral. Kontribusi: Penelitian ini menawarkan model konseptual baru yang mengintegrasikan hadis, psikologi kognitif, dan pendidikan digital sebagai paradigma pendidikan Islam berbasis nilai untuk memperkuat integritas guru agama dan karakter siswa pada era transformasi digital.