Muhammad Yunus
Institut Agama Islam Abuya Salek Sarolangun

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perkembangan Budaya Nahdlatul Ulama dan Pengaruhnya terhadap Karakteristik Masyarakat di Kabupaten Sarolangun Jambi Muhammad Yunus
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.625

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan budaya Nahdlatul Ulama (NU) serta pengaruhnya terhadap karakter masyarakat di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, di mana data diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, artikel ilmiah, penelitian sebelumnya, dan dokumen resmi yang relevan. Data kemudian dianalisis secara interpretatif untuk melihat bagaimana budaya NU berkembang serta dampaknya dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya NU mulai berkembang di Sarolangun sejak akhir 1990-an, dipengaruhi oleh peran pesantren, transmigrasi masyarakat Jawa, serta penguatan organisasi dan lembaga keagamaan NU. Berbagai tradisi seperti tahlilan, yasinan, ziarah kubur, shalawatan, istighasah, pengajian rutin, dan peringatan Maulid Nabi telah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan masyarakat, bahkan sebagian juga diterapkan dalam kegiatan institusi formal. Tradisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai praktik keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan hubungan sosial. Selain itu, budaya NU juga memberi pengaruh terhadap karakter masyarakat Sarolangun, terutama dalam hal religiusitas, solidaritas sosial, toleransi, dan pelestarian budaya lokal. Religiusitas terlihat dari kuatnya praktik ibadah bersama, solidaritas tercermin dari tingginya partisipasi dalam kegiatan sosial-keagamaan, toleransi tampak dalam hubungan antarumat beragama yang harmonis melalui berbagai forum, sedangkan pelestarian budaya lokal terlihat dari kemampuan masyarakat memadukan tradisi lama dengan nilai-nilai Islam. Secara keseluruhan, budaya NU berperan penting dalam membentuk masyarakat Sarolangun yang religius, rukun, dan tetap menjaga tradisi di tengah perubahan sosial.