Rifatul Uliah
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Evaluasi dan Akreditasi dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di Sekolah Madyan; Rifatul Uliah; Raihan Delpha Amir; Wita Seftiani; Husnul Khotimah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7659

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kemampuan intelektual yang seimbang. Upaya peningkatan mutu PAI perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pelaksanaan evaluasi pembelajaran dan akreditasi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep evaluasi dan akreditasi Pendidikan Agama Islam, implementasi evaluasi dalam pembelajaran PAI, peran akreditasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, serta tantangan dan upaya peningkatan mutu PAI melalui evaluasi dan akreditasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal, dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi merupakan proses sistematis yang dilakukan untuk mengukur tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Evaluasi berfungsi sebagai alat untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran sekaligus sebagai dasar perbaikan proses pendidikan. Sementara itu, akreditasi merupakan instrumen penjaminan mutu yang berfungsi menilai kelayakan dan kualitas lembaga pendidikan berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Akreditasi berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi pendidik, kualitas sarana prasarana, tata kelola lembaga, serta mutu lulusan. Namun, implementasi evaluasi dan akreditasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun instrumen penilaian, rendahnya pemanfaatan teknologi, dan kesenjangan fasilitas pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan budaya mutu, peningkatan profesionalisme guru, optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), serta pemanfaatan teknologi digital agar evaluasi dan akreditasi dapat berfungsi secara efektif dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di sekolah.
Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam: Tantangan dan Peluang dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Roudoh; Rifatul Uliah; Raihan Delpha Amir; Wita Seftiani
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i4.9507

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan kebijakan pendidikan tinggi yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran serta meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep MBKM, implementasinya di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan MBKM dan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui proses pengumpulan, klasifikasi, dan interpretasi data berdasarkan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBKM di PTKI dilakukan melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), pemberian hak belajar di luar program studi, pelaksanaan delapan bentuk kegiatan MBKM, serta penguatan kerja sama dengan berbagai mitra. Implementasi tersebut tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman sebagai karakteristik utama PTKI. Adapun tantangan yang dihadapi meliputi penyesuaian kurikulum, kesiapan dosen dan tenaga kependidikan, keterbatasan sarana pendukung, serta kemandirian belajar mahasiswa. Di sisi lain, MBKM memberikan peluang yang besar dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, memperluas jejaring kerja sama, memperkuat relevansi pendidikan dengan dunia kerja, dan meningkatkan daya saing lulusan. Dengan demikian, MBKM menjadi strategi penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan PTKI